
Halo SaintPaulers, apa kabar kalian semua? Semoga hati kalian berkobar-kobar yaaa, guys!
Kali ini kita akan menyimak kegiatan yang dilakukan oleh Ibu Waka Kesiswaan dan Bapak Pembina OSIS SMA Katolik Santo Paulus Jember. Waaaah, kabarnya mereka berdua mendapat tugas di luar sekolah lho. Bener nggak sii??? Kira-kira apa saja yang dilakukan oleh mereka berdua ya? Mari Kita simak kegiatan mereka selama beberapa hari di INAGRO, Bogor.
Yaaaaps, jadi pada hari Kamis (09/01/2025) tepatnya setelah upacara pelantikan OSIS, Bu Eli dan Pak Gilang langsung bersiap berangkat ke Bogor untuk menghadiri undangan dari Majelis Nasional Pendidikan Katolik yaitu Workshop Kepemimpinan Wakasis dan Pembina OSISKA. Mereka berkegiatan di Bogor sampai hari Senin (13/01/2025).

Sebenernya apa sih OSISKA itu? Jadi, OSISKA itu adalah OSIS di sekolah Katolik. Nah, kegiatan tersebut diikuti oleh Waka Kesiswaan dan Pembina OSIS dari sekolah menengah dari berbagai keuskupan di Indonesia. Nah, untuk Bu Eli dan Pak Gilang mewakili Keuskupan Malang. Banyak kegiatan dilakukan selama di Bogor, mulai dari misa pembuka, pemberian materi tentang kepemimpinan, sharing kegiatan OSIS dari masing – masing sekolah, outbond, dan malam budaya. Khusus di kegiatan malam budaya, setiap keuskupan diberi kesempatan untuk menampilkan budaya dari daerah masing–masing. Nah, kami dari perwakilan Keuskupan Malang menampilkan ludruk. Omoo … omoo … omoo kok kayaknya seru banget yaa???!
Nah, telisik punya telisik, untuk peserta laki–laki, mereka tidurnya di Barak. Serunya lagi, Barak tersebut diisi oleh sekitar 20 peserta. Dengan begitu, para peserta benar–benar dilatih untuk hidup dalam semangat kebersamaan karena hidup di barak menuntut kerja sama tim, mulai dari menjaga kebersihan hingga mengatur jadwal mandi karena kamar mandi yang terbatas. Untuk beberapa peserta wanita juga mandi di kamar mandi yang sederhana dan mereka tinggal di dekat Barak.

Eitss, saatnya kita mengalihkan topik pembicaraan. Sekarang yuk kita tanya gimana pendapat dari Bapak Gilang Kurniawan, S.Pd. yang selama empat hari telah berproses di sana. “Harapannya semoga bekal yang diterima ketika berproses di INAGRO bisa diterapkan kepada peserta didik sehingga akan muncul calon-calon pemimpin Katolik di masa depan.”
Ternyata hal ini tidak hanya dirasakan oleh Bapak kita melainkan juga dirasakan oleh peserta lain. “Workshop di INAGRO menyediakan wadah bagi pembina OSISKA untuk berkumpul bersama dan mencari inspirasi dalam mendidik anak–anak dalam semangat nilai–nilai Kristiani. Harapannya wadah ini membantu mematangkan peserta didik menjadi pemimpin yang holistik di masa depan” – Yosep Septiawan, S.Fil., Pembina OSIS SMPK Cor Jesu Malang.

“Saya harap kegiatan serupa bisa kembali dilaksanakan dengan materi-materi yang padat tetapi tetap memperhatikan kebutuhan. Oh iya, saya juga berharap sih kegiatan ini bukan hanya untuk pembina, tapi bisa diadakan untuk para ketua2 OSIS di masing-masing sekolah,” ucap Mega Novalina Gasper, S.Pd., Pembina OSIS SMP Katolik Frateran Celaket 21 Malang.

Nah, ini adalah penggalan cerita dari Waka Kesiswaan dan Koordinator Pembina OSIS kita. Semoga dari kisah ini, kita dapat mengetahui bahwa sebagai pemipin, kita perlu banyak belajar dari orang lain.
Dengan hati yang tulus ia menggembalakan mereka dan menuntun mereka dengan tangannya yang terampil (Mazmur 72:78)
Penulis:
Gilang Kurniawan, S.Pd.
Dyah Kirana N., S.S.
Foto:
Elizabeth Enie R. Y. S., S.Si., S.Pd.







