Belajar Bentuk Molekul Pakai Plastisin

Halo SaintPaulers! Bosan tidak, sih, kalau tiap hari cuma duduk mendengarkan teori di dalam kelas? Suasana belajar yang monoton memang rentan bikin mengantuk, apalagi saat jam-jam kritis di siang hari. Nah, kali ini ada yang beda dari pelajaran Kimia di kelas XI MIPA 2. Mereka mengemas pembelajaran lewat permainan edukatif yang seru! Penasaran seperti apa keseruannya?

Kegiatan belajar kali ini dirancang khusus untuk mendalami materi bentuk molekul. Para murid dibagi ke dalam kelompok kecil yang beranggotakan empat orang. Setiap kelompok membedah materi dengan bermodalkan bahan-bahan sederhana: plastisin dan tusuk gigi.

Prosesnya sangat interaktif! Setiap kelompok mulai membentuk plastisin sebagai gambaran atom dan menggunakan tusuk gigi sebagai penghubung antar-atom. Mereka harus jeli memperhatikan jumlah domain elektron di sekitar atom pusat, baik domain ikatan maupun domain bebas, sesuai dengan teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion). Melalui model tiga dimensi buatan sendiri ini, mereka bisa melihat secara visual bagaimana jumlah domain elektron secara nyata memengaruhi bentuk suatu molekul.

Tidak hanya mengasah pemahaman materi, aktivitas ini juga menghidupkan suasana kelas. Setiap kelompok aktif berdiskusi untuk menentukan bentuk molekul yang paling tepat. Momen salah rakit pun justru jadi bagian proses belajar yang mengasyikkan. Murid bisa langsung memperbaiki susunannya dan membandingkan hasilnya dengan bentuk yang seharusnya. Konsep sains yang tadinya abstrak pun jadi makin mudah dipahami lewat pengalaman visual dan praktik langsung.

“Menurutku kegiatannya seru banget dan bikin materi bentuk molekul jadi lebih gampang dipahami. Biasanya cuma lihat gambar di buku, sekarang kita bisa bikin modelnya langsung, jadi lebih kebayang. Apalagi dikerjakan bareng kelompok, kalau ada yang bingung bisa langsung diskusi,” ujar Gabriella Spanic Sandra, murid kelas XI MIPA 2.

Lewat kegiatan ini, belajar bentuk molekul tidak lagi sebatas menghafal rumus atau memandangi gambar di buku paket. Menggunakan media sederhana seperti plastisin dan tusuk gigi, konsep teori VSEPR dapat dipelajari dengan cara yang lebih nyata, interaktif, dan menyenangkan. Selain makin paham materi, kemampuan bekerja sama serta berdiskusi antarmurid pun makin terasah. Jadi, siapa bilang belajar Kimia harus selalu kaku dan bikin mengantuk?

Jurnalis:

Angelina Jane Hartono

Michelle Kaylyn Nathania

Foto:

Chelsea Juanita Kusuma