
Hello SaintPaulers! Apa sih yang ada dibenak kalian ketika mendengar kata berani? Berani untuk tampil di depan? Atau justru berani mengambil langkah nyata demi membawa perubahan? Nah, kali ini, kedua keberanian tersebut diwujudkan oleh para murid SMAK Santo Paulus Jember yang memilih untuk turun ke jalan untuk mengedukasi warga mengenai sampah sekaligus melakukan aksi nyata untuk mengumpulkan sampah yang berserakan disekitar area penonton event JFC. Selain itu, ada pula murid yang tampil dalam JFC lho. Penasaran dengan kegiatan mereka selama turun langsung ke jalan? Gas kita lihat!

Mulai Jumat (24/07/2026) hingga Minggu (26/07/2026), teman-teman SMA Katolik Santo Paulus yang menjadi relawan di JFC (Jember Fashion Carnival) langsung turun ke jalan nih! Mereka membagi tim buat mengedukasi sekaligus menyediakan karung sampah buat warga Jember. Eitss, for your information, aksi mereka di sini bukan cuma memungut sampah, lho! Mereka mengajak masyarakat buat punya kesadaran biar gak meninggalkan sampah mereka begitu aja. Keren banget, kan?
Nah, seperti apa sih pengalaman para SaintPaulers yang ikut berkontribusi dalam JFC tahun ini? Yuk, kita intip cerita mereka!
Menurut Ibu Dina Putu Ayu K., S.Pd., masyarakat Jember sebenarnya sudah cukup memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah membangun kesadaran untuk mulai mengelola sampah secara mandiri. “Warga Jember sudah teredukasi, tetapi mayoritas masih belum memiliki kesadaran untuk mengelola sampahnya sendiri,” jelas beliau.
Betul banget! Meskipun beberapa orang sudah mulai peka dengan menyimpan sampahnya di kantong plastik atau tote bag, sayangnya masih banyak yang suka main lempar dan meninggalkan sampah begitu aja. Jangan ditiru, ya!

Eitss, tenang dulu! Ternyata gerakan yang dilakukan murid SMA Katolik Santo Paulus berhasil menarik perhatian banyak pihak, lho! “Saat masyarakat melihat murid SMAK bergerak mengingatkan dan mengumpulkan sampah, banyak yang kaget. Bahkan pemerintah daerah juga memberikan perhatian. Kemarin Ning Gita Fawait, istri Bupati Jember Muhammad Fawait, turut membantu kami mengedukasi masyarakat,” tambah Bu Dina.
Tak hanya mengedukasi masyarakat, ada juga teman-teman SaintPaulers yang merasakan pengalaman berbeda sebagai model JFC. Give applause for Clayton Imannuel Halawa dari kelas X-2, Vanya Victory Setiyadi dari kelas XI IPS 2, dan Melva Sandrea Zephany dari kelas XII Humaniora 2! Ketiga model kebanggaan SMA Katolik Santo Paulus ini benar-benar tampil all out dan telah bekerja keras banget!

Clayton pun membagikan kesannya selama mengikuti acara tersebut. “Pas pertama kali ikut menjadi bagian dari JFC, aku sempat nervous karena memang punya demam panggung. Persiapannya juga benar-benar hectic, mulai datang dari pagi, proses make up, sampai akhirnya harus berjalan di bawah teriknya matahari. Tapi semua itu terbayar karena mengikuti JFC adalah sebuah privilege dan menjadi salah satu pengalaman yang tidak akan aku lupakan,” ungkapnya. Wah, so proud of you, guys!
Wow, keren banget ya SaintPaulers? Selain para murid yang rela untuk turun ke jalan demi mengedukasi masyarakat untuk lebih perhatian dengan sampah mereka, ada juga murid yang berani untuk tampil langsung lho ke JFC! Memang luar biasa talenta para murid SMAK Santo Paulus Jember ini. Jadi, SaintPaulers, jangan takut untuk menjadi berani dalam hal apapun selagi itu positif ya!
Jurnalis
Josephine Patricia Zendrato
Patricia Lorenza Handoko
Aurentzia Veayviane Kelas
Foto:
Yessamine Lea Santoso
Sesilia Atyantika Matthew Yeriel







