Wisata Donor: Setetes Darah, Sejuta Manfaat

Heyyoww SaintPaulers! Kali ini kelas XI punya cerita menarik lho, penasaran? Yuk kita Simak ceritanya!

Jadi, pada hari Jumat, 17 Oktober dan Senin, 20 Oktober 2025, kelas XI merangkai cerita di Palang Merah Indonesia (PMI) Jember. Sehubungan dengan materi sirkulasi darah, mereka terjun langsung ke PMI untuk belajar mengenai sistem peredaran darah dan proses donor darah yang selama ini hanya dipelajari lewat buku Biologi. 

Kegiatan pembelajaran di PMI dibuka oleh Ibu Attin Mahatma selaku salah satu kepala bidang pengelolaan donor darah PMI Jember. Beliau menjelaskan tentang syarat menjadi pendonor seperti usia 17–60 tahun, berat badan minimal 45 kg, kadar hemoglobin normal, dan tekanan darah yang stabil. Jadi, donor darah itu nggak bisa asal, guys! Semuanya harus diperiksa terlebih dulu supaya aman untuk pendonor dan penerima.

Setelah itu, siswa dikenalkan dengan dua jenis donor darah, yaitu donor pengganti (antara orang yang saling kenal) dan donor sukarela (tanpa saling kenal). Petugas PMI juga menjelaskan proses dari awal sampai akhir. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, persiapan alat, pengambilan darah sebanyak 200–450 cc, hingga pemeriksaan sampel untuk mendeteksi penyakit seperti Hepatitis, HIV, dan sifilis. Mereka juga memperlihatkan alat-alat canggih untuk mendeteksi penyakit lewat darah. Ternyata, hasil “reaktif” belum tentu positif, karena masih perlu pemeriksaan dan konseling lebih lanjut.

Bagian paling menarik adalah saat siswa melihat proses pemisahan darah menggunakan centrifuge hingga terbentuk plasma, trombosit, dan sel darah merah. Semuanya dilakukan di ruang steril yang mirip ruang operasi! Dari kegiatan ini, para siswa jadi lebih paham pentingnya donor darah dan paham bagaimana satu kantong darah bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Ternyata setetes darah bisa berarti besar banget buat orang lain, lho! Nah, agar lebih excited, yuk lihat pengalaman Dominica Tjiu, salah satu siswi kelas XI-2 yang turut berkegiatan!

“Perasaan saya waktu ke PMI itu excited banget ya, karena ini kali pertama saya ke PMI. Senangnya lagi, saya pulang dengan berbagai ilmu baru. Seperti sejarah singkat mengenai sistem donor darah di Indonesia. Satu funfact yang mengejutkan itu, ternyata, pencetus sistem donor darah yang digunakan se-Indonesia berasal dari Kabupaten Jember,” ujarnya.

“Harapan kami, setelah kunjungan ini para siswa bisa lebih sadar tentang pentingnya donor darah dan mungkin suatu hari ikut menjadi pendonor aktif,” pesan Ibu Atin Mahatma di sela-sela memberikan materi.

Setelah melihat secarik pengalaman mereka, perjalanan ini jelas menambah wawasan dan pengalaman mereka dalam belajar ya! Semoga ilmu yang didapat selama di PMI dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Semoga bermanfaat. Tabik.

Jurnalis:

Kaysa Clearesta Yukhi XI–2

Aurentzia Veayviane Kelas XI-1

Fotografer:

Kaysa Clearesta Yukhi XI–2