
Hi! Gimana minggu UH-BLOK, teman-teman? Lancarkah? Semoga dilancarkan hingga usai, yaa ..
PKWU atau Prakarya dan Kewirausahaan. Apa yang ada di benak kalian? “Wah, membuat kerajinan! Mungkin seperti anyaman, rajutan gitu ya …” Eits, jangan meremehkan mata pelajaran satu ini bozz. Di kelas XI, PKWU diisi dengan materi Sinematografi. Tugasnya juga jangan dianggap remeh, teman. Semester 1 berkarya dengan buat stop motion. Semester 2 ada proyek film. Wah, jangan kira gebrakannya berhenti di situ.
Jengg.. Jeng..!Inilah tugas PKWU sebagai nilai UH-BLOK yakni kami para murid kelas XI diminta untuk membuat Cinematic Video tentang guru favorit kami. Tugas ini diberikan oleh Bapak Sonny Sinjaya untuk mengenalkan Bapak-Ibu guru SMAK kepada orang-orang di luar sekolah kita. Nah, berhubung dengan alasan tersebut, tugas PKWU ini dikumpulkan dengan cara di-upload di Instagram.
Selain itu, tugas ini diadakan untuk menambah pengetahuan murid-murid tentang berbagai angle dan shoot yang baik. Kemampuan ‘menjepret’ ini kiranya dapat memberikan manfaat kepada murid-murid untuk mengabadikan momen dengan baik. Yup, karena kita sebagai manusia menyadari bahwa suatu peristiwa tidak dapat diulang dan pada akhirnya kita hanya bisa mengenangnya dari ‘jepretan-jepretan’ yang ada. Jadi, teringat sebuah lagu, nih…
? If a picture is all that I have
I can picture the times that we won’t get back…?
(Wish You Were Here, Neck Deep)

Okai, okaii… kembali pada topik awal kita. Minggu-minggu ini, terlihat hiruk pikuk murid kelas XI dengan senjata pamungkas mereka, gawai. Bahkan, ada seorang murid yang sampai menggunakan kamera Go-Pro untuk merekam loh! Ia adalah Michael Angelo dari kelas XI MIPA 3. Di saat anak lain memakai gadget kebanggaan mereka, Michael memilih menggunakan Go-Pro favoritnya. “Iseng aja sih, sekalian biar punya style rekaman yang anti-mainstream,” kata Michael. Gokil abiezz!
Kira-kira apa saja yang perlu include dalam tugas video ini? Tentu, harus ada bagian cinematic dari diri kita sendiri dan interaksi dengan guru tercinta. Durasi video yang dibuat berkisar dari tiga hingga empat menit. “Pendek sih. Keliatannya gampang gak siee??” Waduh iya, sisanya shick shack shock..
Ngomong-ngomong, kalian kepo dengan hasilnya? Yukk, kalian sudah bisa ngepoin sebagian hasil karya murid kelas XI di Instagram, loh! Ada yang mengambil video bangun pagi, liburan, jalan-jalan ke mall. Pokoknya banyak deh! Nah, setelah video mengenai keseharian kita sendiri, kita masuk ke bagian guru favorit. Tentu saja, guru favorit masing-masing murid berbeda.
Contohnya, Gratia Jyllian Lourdes dari kelas XI MIPA 1 yang memilih Sir Daniel Verruditya K.A., S.Pd. sebagai guru favoritnya. “Emm, milih Sir D soalnya enak diwawancarai sih..”, ujarnya. Ada pula Miracle Mareta dari kelas XI MIPA 4 yang memilih Bu Maria Monicha F., S.Pd., M.Pd. sebagai guru favoritnya karena ia sudah menjadi murid didiknya selama dua tahun.
Gimana nih kalau dari murid laki-laki? “Saya memilih pak Willy sebagai guru favorit karena beliau orangnya baik, sabar, dan telaten. Pak Willy juga dapat diajak bertukar pikiran dan orangnya humoris,” sahut Neville Angelo kelas XI MIPA 3. Tak hanya guru mata pelajaran, ada juga yang mewawancarai karyawan, loh! Roderick Christeven dari kelas XI MIPA 4 memilih untuk mewawancarai Bapak Thukul karena keramahannya.
Seru kann? Ternyata UHB tidak sebatas tertulis yess. Tugas satu ini menjadi bumbu penyedap bagi rangkaian UHB kelas XI. Meskipun tak semua guru mewarnai video murid kelas XI, bukan berarti mereka yang tak muncul bukanlah guru yang baik. Mereka bisa jadi merupakan ‘pemain di balik layar’ yang bekerja keras untuk murid-muridnya. Banyak sekali jasa mereka untuk kita semua. Dan, tentu saja, semua guru adalah guru favorit bagi murid-murid yang ada. Terima kasih Bapak-Ibu guru!
Jurnalis:
Jonita Shaquandra kelas XI MIPA 4
Hildegardis Raras kelas XI MIPA 3
Foto:
Jonita Shaquandra kelas XI MIPA 4







