
“Tok.. tok.. tokk, beri aku permen atau aku kerjai?” Mungkin itu kalimat yang terlontarkan apabila Halloween dinormaliskan di Indonesia.
Yess, tentunya sudah tidak asing mendengar perayaan tersebut. Apalagi harii Kamis, (31/10/2024), Kemarin merupakan perayaan Halloween. Di mana, banyak orang di seluruh dunia menggunakan kostum seram, mengukir labu menjadi jack-o’-lantern dan meminta permen. Perayaan ini sudah lama populer di kalangan masyarakat. Sayangnya, SMA Katolik Santo Paulus Jember belum ikut serta untuk merayakan hari Halloween. Hmmm.. Tapi, kira-kira Halloween ini sebenarnya gimana sih? Dan, sejarahnya bermula dari apa?
Yak, Halloween bermula dari festival Samhain (dibaca sow-in) oleh Bangsa Celtic kuno pada 2000 tahun yang lalu. Nah, hari tersebut menjadi tanda berakhirnya musim panen dan akan dimulainya musim dingin yang identik dengan kematian manusia. Bangsa Celtic percaya jika batas antara orang mati dan orang hidup mengabur pada malam sebelum tahun baru. Maka dari itulah setiap tanggal 31 Oktober, mereka merayakan festival Samhain, yang diyakini merupakan masa saat arwah orang mati kembali ke bumi.
Masa malam spesial seperti ini cuma berlalu gitu aja? Rugi donk! Lantas, ngapain aja sih selama Halloween ini? Menurut sejarah yang telah dibahas tadi, pada malam Halloween terdapat kegiatan-kegiatan khusus, seperti saling meramal nasib satu sama lain, menyalakan api unggun besar-besaran untuk membakar hasil panen dan hewan sebagai persembahan bagi para dewa-dewi Bangsa Celtic, bahkan memakai kostum yang terbuat dari kepala maupun kulit hewan.
Tentu karena perkembangan zaman, pelaksanaan malam Halloween tidak lagi sama dengan sejarah awalnya. Untuk masa sekarang, apa sih hal paling identik dari halloween? “Bagiku, halloween itu identik dengan labu, warna orange, dan setan,” ungkap Marulam Yehezkiel Siadari kelas XI MIPA 4.
Eits, walaupun bukan budaya lokal Indonesia, halloween juga diadakan untuk seru-seruan lhoo. Berdandan atau ber-cosplay karakter yang kita sukai juga termasuk budaya luar untuk mengadakan halloween ini. Karakter yang lucu, menyeramkan atau kreatif dapat diikuti oleh banyak kalangan. Hmm kalian mau ikutan juga gak nih…
“Eh eh eh, trick or treat ini tradisi apa?” Ada lagi nih yang menjadi budaya barat dari halloween. Tradisi itu adalah ‘trick or treat’ atau sebuah ungkapan yang berarti ‘trik atau suguhan’. Makna ini bermaksud ungkapan ‘beri aku hadiah atau aku kerjai’. Selain itu, fakta menarik dari tradisi ini adalah anak-anak berkeliling dari rumah ke rumah sambil mengatakan “trick or treat!” Jika penghuni rumah memberikan permen, maka mereka telah memilih treat atau hadiah. Tetapi jika tidak, anak-anak mungkin memberikan trick atau lelucon. Wkwkwk kalian pilih yang mana nih.
Nah, itu informasi singkat seputar halloween! Setelah membaca artikel ini, adakah dari teman-teman yang tertarik untuk merayakan juga? Hayoo siapa nih yang sudah bersiap diri untuk bermain trick or treat? Atau jangan-jangan sudah mau ber-cosplay! Selanjutnya, kita mau bahas apa lagi nih? Sampai jumpa pada artikel selanjutnya readers.
Jurnalis:
Patricia Danella Damayanti Kelas XI IPS 2
Graciel Thea Hariyono Kelas XI MIPA 1
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1
Ilustrator:
Megan Ivy Antony Kelas X-5







