Tak Hanya Murid, Pegawai pun Dinilai!

Hai hai SaintPaulers!

Akhir-akhir ini ada dua tamu spesial yang mengunjungi kelas-kelas. Siapa mereka??

Mulai hari Senin (17/02/25) hingga Kamis (20/02/25), dua perwakilan dari Yayasan Sancta Maria Malang yang menaungi SMA Katolik Santo Paulus Jember melakukan suatu kunjungan. Penasaran ga nihh? Bapak Ireneus Sola, S.H. selaku staf Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Bruder Antonius Mungsi, O. Carm. selaku Sekretaris Yayasan berkunjung untuk mengadakan asesmen atau penilaian terhadap beberapa pegawai.

Kenapa sih perlu dilaksanakan penilaian pegawai? Kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat kualitas para pegawai SMA Katolik Santo Paulus Jember agar kualifikasi mereka sesuai dengan harapan yayasan karena pegawai yang berkualitas mewujudkan murid yang berkualitas. Meskipun para pegawai telah diseleksi sebelum bergabung, tugas Yayasan Sancta Maria Malang adalah menjaga konsistensi kinerja mereka serta membantu menyelesaikan masalah yang dialami para pegawai.

Sebelum itu, kalian tau ga kalo setiap pegawai harus memenuhi empat pedoman atau tuntutan kompetensi, apa aja tuhh? Sebagai tolok ukur keberhasilan dalam melaksanakan tugas, empat tuntutan kompetensi itu meliputi profesional, sosial, pedagogi, dan kepribadian. Pertama, pegawai harus profesional. Dalam hal ini, pegawai harus cakap dalam banyak hal, terutama keilmuan yang ditempuh. Sebenarnya kecakapan ini sudah dapat dibuktikan melalui ijazah yang dimiliki sang pegawai tetapi Yayasan Sancta Maria Malang tentu perlu memastikan apakah kecakapan yang terlampir dalam ijazah tersebut benar adanya.

Kedua, pegawai harus memiliki kompetensi sosial. Pegawai tuh harus bisa berelasi dengan siapa saja. Hal ini dapat dibuktikan melalui respon sang pegawai ketika mendapatkan kritik. Seorang pegawai juga gak boleh menganakemaskan bahkan menganaktirikan muridnya. Ketiga, pegawai harus memiliki kompetensi pedagogi. Masih asing dengan istilah ini, kan? Nah singkatnya, pegawai harus tahu sedang berhadapan dengan siapa. Seorang pegawai yang mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) tentu gak boleh memberikan terlalu banyak permainan tetapi juga gak boleh hanya memberikan materi. Pegawai harus bisa menyeimbangkan kedua hal itu agar pembelajaran menjadi lebih seru sekaligus tetap edukatif. Terakhir, pegawai harus memiliki kepribadian yang baik. Kenapa? Karena pegawai merupakan sosok yang ada untuk digugu dan ditiru. Jadi, pegawai gak boleh bohong dan gak boleh terlalu banyak duduk selama mengajar.

Wah banyak banget, ya? Eitss kita masih belum selesai sampai di situ. Lebih menarik lagi, Yayasan Sancta Maria Malang mengusung Pedagogi Karmel dalam asesmennya. Apa itu? Intinya, mereka ingin agar seluruh pegawai dan murid dapat mewujudkan Spiritualitas Karmel yang meliputi persaudaraan, doa, dan pelayanan.

Siapa yang sudah paham sampai sini? Jadi, ternyata pendalaman makna dan tujuan dari adanya penilaian bagi guru dan karyawan ini banyak juga ya. Carmel Values yang kita dengarkan setiap pagi ternyata tidak hanya sebuah kata-kata saja melainkan harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan murid dan guru. Apakah kalian sudah pernah berjumpa dengan Bruder Antonius dan Bapak Ireneus di kelas nih? Jangan lupa berikan sapaan dan senyuman ya! Beliau sangat baik lhoo!

Okay! Segitu dulu artikel hari ini. Sesuai dengan nilai-nilai dalam Carmel Values yang telah disampaikan oleh Bruder Mungsi tadi, mari kita bersama-sama berupaya untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ya! See you on the next article!!

Jurnalis:

Richelle Valerie Caron Kelas XI MIPA 4

Patricia Lorenza Handoko Kelas X-5

Clarrence Nathania Hadi Kelas XI MIPA 3

Foto:

Sesilia Atyantika Kelas X-3

Dayvin Hubert Senjaya Lianto Kelas XI MIPA 3

Clarrence Nathania Hadi Kelas XI MIPA 3