
Sugeng rawuh SaintPaulers!
“Ayo semuanya menuju GOR sekarang dengan membawa catatan!” Hmm…memangnya mau ada apa sihh?
Pada hari Rabu (26/02/2025), para murid kelas 12 IPS melaksanakan penilaian ujian praktik kolaborasi yang terdiri atas mata pelajaran Bahasa Jawa, PPKn dan juga Sejarah. Menariknya, ujian praktik ini berbeda dengan tahun lalu. Pasti makin penasaran kann sama ujian praktik yang satu ini?

“Tahun kemarin, ujian praktik kolaborasi untuk semua kelas dilaksanakan secara bersamaan. Nah, tahun ini, kebijakannya berbeda. Saat ini sudah dikelompokkan dan dijadwalkan per kelas sehingga penguji dapat lebih teliti dalam melihat prosesinya,” jawab Bapak Drs. Yohanes Joko Prabowo selaku penguji mapel Sejarah Indonesia dan Sejarah Perminatan.
Oiyaa, selain memiliki perbedaan pada jadwal ujian praktik, terdapat pula perbedaan dalam tema ujiannya, lho. Sebelumnya, ujian praktik kolaborasi ini berupa upacara mantenan. Pada tahun ajaran sekarang, ujian praktik kolaborasi kelas XII diisi dengan berbagai macam upacara adat. Wow, ada apa saja ya? Yuk langsung kita tanyakan kepada beliau yang memprakarsai acara ini. Siapa lagi kalau bukan Bapak Sumarno atau kerap disapa Pak Marno.

“Terdapat tiga tema, yaitu siraman sebelum pernikahan, panggih, dan tingkeban,” Pak Marno menjelaskan. Perbedaan tema antar kelas ini dilakukan supaya ada lebih banyak variasi upacara adat yang dapat disaksikan oleh adik-adik kelas. “Kami mau mengadakan perbedaan supaya bervariasi antara tujuh kelas dan juga teman-teman yang menonton dapat paham lebih banyak tentang adat Jawa,” ucap Pak Marno. Namun, sayangnya, di tahun ini murid-murid tidak bisa menonton secara serentak ya!
Okaii, siapa nihh kelas pertama yang memulai ujian praktik kali ini? Kelas XII IPS 1 jawabannya. Denger-denger mereka sempat bagi-bagi dawet gratis juga lho?? Ada yang siram-siraman juga? Wah, beneran?
“Iya, (aku) yang diguyur itu. Jujur agak kaget karena airnya dingin. Cuma, aku senang kelasku kompak banget, berkesan sih hari ini,” ucap Violet Zahrah Kelas XII IPS 1 a.k.a pengantin wanita. Lhoo, emangnya kelas Kak Vio habis melakukan apa yaa kok bisa berkesan?
Kelas Medusa mengawali serangkaian projek ini dengan tradisi siraman. Kerennya nih, ujian praktik tersebut dilakukan dengan se-realistis mungkin lho! Tak heran jika prosesi acaranya lengkap banget. Mulai dari sungkeman wong tuwa marang sesepuh, pemasangan bleketepe, peracikan toya suci, hingga prosesi siraman oleh pengantin. Eitss, menurut pakarnya, prosesi kemarin udaa sesuai belum ya?
“Prosesi hampir 95% sudah pakem atau sesuai dengan adat budaya jawa. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahasa dan urutannya. Namun, semuanya kelas 12 IPS sudah baik,” ucap Bapak Drs. Yohanes Joko Prabowo.

Btw, Uprak kali ini lebih eksklusif, lho. Demi terlaksananya acara ini, GOR SMA Katolik Santo Paulus disulap dengan amat cantik dan disertai dengan red carpet lho! Wah, siapa yang menyangka bila murid SMA sudah dapat menampilkan prosesi sakral adat Jawa secara realistis, ya? Perlu kita kasih tepuk tangan yang meriah, ga sie guys?
Oh iya, tak hanya siraman, kegiatan panggih dan tingkeban juga terstruktur nih guys. Penasaran?? Tunggu giliran kelas kalian dipanggil untuk menonton sekaligus menyaksikannya ya. Semoga dari uprak ini, teman-teman semua dapat lebih termotivasi lagi dalam mengenal bahkan mungkin dapat melestarikan budaya milik kita sendiri di masa depan! Sampai jumpa!
Jurnalis:
Graciel Thea Haryono Kelas XI MIPA 1
Sherly Octavia Pangestu Kelas XI IPS 3
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1
Foto:
Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas X-3
Fransiscus Xaverius Darren Lie Kelas XI MIPA 4
Sesilia Atyantika Kelas X-3
Queenvie Faith Macailey Kelas X-2







