SMAK Santo Paulus Waspada Covid-19

Penyebaran virus corona yang begitu cepat dan masif membuat semua negara menerapkan kebijakan yang bersifat antisipasi. Seperti yang kita tahu, sejak kemunculan pertama di Wuhan, China, penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) begitu meresahkan. Betapa tidak, berdasarkan data Kompas.com per 18 Maret 2020, sudah 152 mengonfirmasi terjangkit. Sementara itu, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 197.168 kasus dengan korban meninggal sebanyak 7.905 orang.

Indonesia juga menerapkan kebijakan khusus untuk mengantisipasi kasus corona. Data per 18 Maret 2020, telah ditemukan 227 kasus dengan 19 meninggal dan 11 sembuh (Jawa Pos, 19 Maret 2020). Terkait bahaya dan dampak yang diakibatkan sangat meresahkan, maka Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menerapkan kebijakan belajar di rumah terhitung sejak tanggal 16 Maret – 29 Maret 2020 untuk semua jenjang pendidikan.

Terkait hal tersebut, SMAK Santo Paulus juga menerapkan pembelajaran online atau jarak jauh (distance learning) kepada semua murid. “Melalui kebijakan ini, para murid tetap melaksanakan pembelajaran secara reguler melalui aplikasi WA, email, atau telegram. Jam dan jadwal pelajaran tetap berlaku, hanya saja murid tidak belajar di ruang kelas,” tegas Kepala SMAK Santo Paulus, Antonius Denny Cahyo S., S.S., M.Sc., M.Pd. Kepala sekolah juga menegaskan bahwa kondisi ini bukan liburan melainkan pembelajaran jarak jauh.

Berkenaan dengan hal itu, semua guru tetap “sibuk” memberikan materi dan memantau pembelajaran selama masa waspada corona (16 – 29 Maret 2020). Selama pembelajaran daring berlangsung, muncul beberapa komentar dari beberapa guru. “Tetap lebih nyaman pembelajaran tatap muka, kita dapat leluasa menjelaskan materi kepada murid, ungkap Ratih Estu Wardani, S.Pd., guru Ekonomi SMAK Santo Paulus. Pendapat lain disampaikan oleh guru Kimia, Pratiwi Dwiharini, “Jika mengalami kondisi seperti ini keberadaan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) sudah sangat membantu guru. Instruksi dan jenis tugas dalam UKBM memudahkan guru ketika tidak bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ungkap guru yang akrab dipanggil  Bu Rini.

Semoga pandemi corona lekas berakhir dan kondisi lekas kembali seperti semula. Tetap waspada dan menjaga kesehatan dengan menjalani pola hidup sehat.

(Penulis: Tim Jurnalistik SMAK Santo Paulus Jember)