
Bagaimana jika kamu bergabung dalam partai politik dan mengadakan kampanyemu sendiri? ‘Memangnya bisa?’ Bisa dong! Inilah tugas yang ditawarkan oleh Ibu Claudia Natashia Tiurria Sitorus, S.H., sebagai guru PPKn pada sebagian kelas XI. Murid bagai mensimulasikan partai dari nol, mulai dari membuat identitas, slogan, yel-yel hingga visi misi dari partai yang mereka bangun. Dalam proses ini, mereka juga belajar untuk mencari dukungan guna membantu partai mereka. Keren banget gak sih?
Setiap kelompok harus membentuk sebuah tim kampanye, lengkap dengan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) lalu bersaing untuk mendapatkan suara terbanyak. Setelah menentukan siapa yang menjadi Capres dan Cawapres dalam kelompok masing-masing, mereka harus mempersiapkan orasi untuk meyakinkan pendukungnya. Bukan cuma sekadar berbicara di depan kelas, tetapi mereka juga harus mencari pendukung dengan berbagai cara. Yang paling keren, proses voting dilakukan di Instagram, jadi semua siswa bisa berpartisipasi dalam menentukan siapa kelompok terbaik. Penuh strategi dan kreativitas, kegiatan ini menantang para siswa untuk berpikir layaknya politisi sejati!

Memang mantul tugas ini! Setiap peserta partai membagikan semangat visi misi mereka lewat orasi dan yel-yel. Tidak hanya itu, dukungan untuk partai adalah yang paling penting. Bagaimana tidak? Setiap partai berlomba-lomba mencari dukungan mereka baik secara langsung maupun lewat sosial media. Nah, kalian sudah ada yang lihat belum? Hehe …
‘Hmm bahasanya pemilu terus memangnya kelas XI belajar apa sih?’ Rupanya saat ini para murid kelas XI membahas PPKn tentang ‘sistem hukum dan peradilan di Indonesia’. ‘Wah, hukum!’ Materi ini memang cocok dengan latar belakang pendidikan dari Ibu Claudia. Tidak hanya dari latar belakang, beliau juga ingin membagikan pengalaman menarik lewat materi ini. “Alasan saya memilih sistem penilaian seperti ini agar murid memahami proses demokrasi di Indonesia. Murid jadi mendapat pengetahuan tentang bagaimana mendirikan partai politik, sosialisasi politik, serta memahami bagaimana proses pemilu berlangsung,” sahut beliau.
Berdasarkan alasan tersebut, guru ayu yang kerap disapa Bu Claudia ini berharap agar murid menjadi ‘melek’ politik dan peka terhadap dinamika demokrasi Pancasila yang ada di Indonesia. Para murid tentu sangat antusias menyambut tugas ini. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi benar benar terjun langsung dalam simulasi Pemilu mini yang menantang.

Tugas ini sungguh mengingatkan kita tentang Pemilu tahun ini, gak sih? Angeline Wibisono dari Kelas IPS 3 ikut berpartisipasi dalam tugas PPkn ini. “Menurut saya, tugas ini berfungsi untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tata kerja dunia perpolitikan, terutama Pemilu. Bagus banget nih bagi mereka yang tertarik dengan perkuliahan hukum. Hal ini justru sangat membantu,” ungkapnya.
Tugas ini bukan cuma seru, tapi juga membuka wawasan para murid tentang gimana cara kerja politik di dunia nyata. Terutama bagi mereka yang punya minat di bidang hukum dan politik, ini jadi langkah awal yang pas untuk memahami seluk-beluk dunia pendidikan politik. Lewat simulasi ini, murid-murid belajar tentang strategi, kerjasama tim, dan pastinya keterampilan berpikir kritis. Siapa tahu, di masa depan mereka bisa jadi pemimpin atau ahli hukum yang andal!
Jurnalis:
Patricia Danella Damayanti Kelas XI IPS 2
Robbi Fadli Ari Seto Kelas XI MIPA 2
Foto:
Angelique Priscilla Wijaya Kelas XI IPS 3







