
Haii haii haii kawan-kawan SaintPaulers!
Inhale…exhale…khusus artikel kali ini, harap dibaca dengan kondisi pikiran dingin dan tenang.
“Kok tiba-tiba begitu? Emangnya ada apa sih?” Shhh…sebenarnya mulai dari Jumat, 8 November 2024 hingga Sabtu, 9 November 2024 kemarin, Asrama SMA Katolik Santo Paulus Jember memberikan kesempatan emas bagi setiap anak asrama untuk mengikuti kegiatan rekoleksi. “Rekoleksi? Bukannya tahun lalu sudah yaa?” Exactly! Rekoleksi Asrama termasuk salah satu kegiatan wajib asrama yang diadakan setiap tahun, guys.

Apaan sih Rekoleksi itu? Rekoleksi adalah kegiatan di mana kita kembali mengoreksi, mengevaluasi kehidupan asrama, dan mendapatkan kekuatan baru bersama Tuhan. Tahun ini acara Rekoleksi asrama mengambil tema “Aku Adalah Pelayan Tuhan.” Ternyata, di balik tema itu, ada makna filosofis tersendiri, lho. Tema ini diambil dari salah satu visi sekolah yaitu spiritualitas Karmel. Seperti yang teman-teman tahu ada tiga Spiritualitas Karmel yaitu doa, pelayanan dan persaudaraan. Dengan ini, para anggota asrama diharapkan menjadi kaum muda yang memiliki pribadi utuh, dewasa, berkarakter, dan berkebhinekaan.
Finally! Kita masuk ke rangkaian acara rekoleksi ini…CEKIDOT!

Waitt, ada hal menarik dari acara rekoleksi ini lho. Yes! Seperti tahun sebelumnya, seluruh acara ini wajib diikuti tanpa menggunakan gadget. So…semua handphone sekaligus laptop wajib dikumpulkan. Setelah semua gadget terkumpul, waktunya semua anak-anak berkumpul untuk snack time. Lalu, mereka semua menuju ke aula dan mendengarkan materi yang membahas tentang “Kharisma Karmel Pelayanan”. Hmm…pasti para murid SMAK udah ga asing sama kalimat ini. Tepat sekali! Biasanya ini dibacakan setiap pagi saat doa sentral. Nahh menariknya lagi, materi kali ini dibawakan oleh tamu spesial dari luar kota nih, yakni Romo Fransiskus Febri Putra Dewa, O. Carm. Beliau bertugas di Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan, Malang. FYI, Romo Febri ini ternyata bestie banget dengan Romo kita yaitu Romo Thomas Onggo O. Carm. Kok bisa? Ternyata beliau-beliau ini berada di angkatan yang sama lho. Apa sih materi yang diberikan oleh Romo Febri?
Romo Febri memberikan materi dengan judul “Memiliki Jiwa Pelayanan dalam Komunitas Asrama.” Beliau mengajarkan bagaimana kita harus melayani seperti Yesus Kristus melayani dengan kasih dan kemurahan hati. Tak hanya itu, kita juga harus menerapkan moto pelayanan Karmel yaitu Contemplationem aliis tradere yang artinya membagikan sikap komplatatif pada orang lain. Contoh pelayanan sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan asrama yaitu memimpin doa, mencuci piring, menyapu, mengepel, dan masih banyak lagi. Ternyata tanpa disadari, banyak sekali hal sederhana yang kita lakukan yang termasuk dalam hal melayani. Materi diakhiri dengan refleksi singkat yang harus dijawab oleh seluruh anggota asrama. Para anggota asrama diberi waktu 60 menit untuk mengerjakan refleksi di ruang belajar atau kamar mereka masing-masing.

Hari pertama ditutup dengan doa Taize di Aula. Berbeda dengan doa lainnya, doa taize merupakan doa meditatif yang diiringi dengan musik-musik Taize. Ketika doa ini berlangsung, semua anak asrama dengan tenang membentuk lingkaran besar dengan nyala api lilin dan patung Bunda Maria di tengah mereka. Kemudian, di tengah-tengah meditasi sekaligus doa, semuanya bergandengan tangan dan mulai mendoakan teman di sebelah kanan dan kiri mereka.
“Menurutku, doa taize ini termasuk salah satu sesi yang paling berkesan karena waktu doa ini, rasanya tenang banget. Selain itu, aku juga berkesempatan buat doain temen-temen di sebelah kanan kiriku secara personal,” ujar Celine Olivia Christabel kelas XI IPS 3.
Rise and shine! Terdengar suara bel yang dibunyikan oleh Suster. Ini tandanya, hari kedua telah dimulai. Setelah bersiap-siap dengan pakaian rapi berkerah dan celana panjang, mereka langsung menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama. Kemudian, anak-anak diberi kesempatan untuk mengambil saat teduh dengan diri mereka dan Tuhan. Beberapa saat berlalu, saatnya mendengarkan materi di Aula yang kembali dibawakan oleh Romo Febri.

Materi kedua ini membahas mengenai cara kita memiliki jiwa pelayanan yaitu dengan mempunyai semangat doa, rasa syukur karena kebaikan Tuhan di hidup kita, semangat persaudaraan dan rasa saling memiliki dan menjaga. Beliau juga menjelaskan tentang pelayanan yang ideal di asrama, misalnya bertanggung jawab dengan diri sendiri, saling menjaga diri, saling menghargai menghormati ke semua warga asrama, terbuka pada relasi dengan semua warga asrama, cepat tanggap jika ada hal yang kurang beres. “Nikmati segala kebersamaan di asrama, Tuhan (menyamar) jadi temanmu dan jadilah pribadi yang jujur, tulus, dan bertanggungjawab,” itulah pesan dari Romo Febri.
Dan berakhirlah materi sesi 2. Kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi atau Correctio Fraterna. Para anggota asrama diberi secarik kertas HVS dan mereka harus menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan. Setelah itu, kertas yang ada disalurkan agar setiap anggota asrama dapat mengisi sisi positif dan negatif dari setiap teman mereka. Tak berhenti sampai di situ, mereka juga dapat mengoreksi dan mengevaluasi kegiatan hidup di asrama secara lisan lho.

Akhirnya, sampai juga di puncak acara rekoleksi tahun ini. Segala keseruan rekoleksi ditutup dengan misa bersama di Aula. Setelah itu, para anak-anak asrama menikmati makan siang bersama sebagai hidangan yang menutup acara ini. Last but not least, setelah penantian yang terasa panjang, anak asrama akhirnya dapat bertemu kembali dengan gadget masing-masing and they lived happily ever after. THE END.
1 Petrus 4:10: “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
Melayani tak harus pada orang yang lebih tua,
melainkan juga bisa dimulai dari sesama yang setingkat dengan kita.
“Be a servant with the heart of Christ.”
May God bless you all😇
Jurnalis:
Sherly Octavia Pangestu Kelas XI IPS 3
Cyrilla Levina K Kelas Xi MIPA 3
Foto:
Fortunatus Kenji Inori Kelas X-4
Shedden Cen Oswald Kelas X-5
Matthew Yeriel Wirawan Kelas X-6







