
Eyyow SaintPaulers!
Kembali lagi dengan artikel kami yang paling gokil dan kece abiss!! BTW kalian pernah ngga sihh denger kata P5?? Nah SaintPaulers yang menggunakan Kurikulum Merdeka pastinya udah ngga asinglagidongsama yang namanya P5 ini, tapi sebenernya P5 itu apa sih??
Jadii sebenernya P5 merupakan kependekan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. P5 sendiri menjadi komponen yang penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Nahh tujuan dari P5 ini adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Salah satunya yaitu kearifan lokal yang terdapat di wilayahnya. Dengan kata lain, peserta didik harus dapat menanamkan kearifan lokal dalam implementasi P5 ini, hmm… tapi gimana yah caranya?? Nah caranya sebenernya tuh gampangg banget. Kearifan lokal bisa kita tanamkan melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah dengan permainan tradisional.
Pada minggu ini, tepatnya sejak Senin (09/09/2024) hingga Rabu (11/09/2024), para peserta didik kelas X diajak untuk mempraktikkan beragam permainan tradisional Indonesia. Namun, sebelum kita menyaksikan keceriaan mereka, mari kita lihat bagaimana semuanya bermula. Seminggu sebelum bermain, para peserta didik kelas X sudah diberi informasi bahwa mereka akan membahas permainan tradisional. Sayangnya, informasi tersebut masih belum jelas sehingga menimbulkan rasa penasaran di kalangan peserta didik kelas X. Baru setelah bertemu dengan guru P5 mereka, semua kebingungan terjawab. Lapangan pun diisi tawa dan keceriaan saat mereka larut dalam keseruan berbagai permainan tradisional. Hmm… kira-kira permainan seru apa aja yang mereka lakukan, ya?
Mereka diajak untuk bermain permainan tradisional, seperti petak umpet, kejar-kejaran, hingga benteng-bentengan. Benar-benar seru, ‘kan? Di bawah terik matahari, sampai basah kuyup oleh keringat, mereka seolah-olah kembali pada masa kecilnya. Sebuah masa ketika bermain menjadi bagian dari keseharian.
“Beneran deh, aku senang karena ini pertama kalinya bagiku bermain permainan yang asyik, yaitu main lempar sandal,” ujar Jasmine Sampurna. Meski lelah, mereka sangat puas. Sebuah pengalaman yang tidak hanya melelahkan, tetapi juga sangat menyenangkan. Siapa sih yang tak ingin merasakannya lagi?

Eitss tunggu dulu! Keseruan ini masih belum berakhir. Dari pengalaman yang begitu menyenangkan ini, tentu saja para peserta didik kelas X bisa memetik pesan moral yang berharga. Kira-kira pelajaran apa saja yang mereka dapatkan dari permainan tradisional ini, ya? Sini, sini, mari kita sambut salah satu murid dari kelas X2!
“Pembelajaran P5 kemarin mengajarkan bagaimana kita dapat melestarikan permainan-permainan tradisional khususnya di daerah Tapal Kuda. Dari kegiatan P5, kita juga bisa jadi lebih sportif terhadap teman dan bekerja sama terhadap satu tim,” ucap Cyntia Sandra Dewi.
Seusai menyelesaikan permainan mereka, sorak-sorai gembira mulai kembali terdengar. Rupanya akan ada satu tim yang dipilih sebagai juara! Tim yang dipilih akan mendapatkan nilai tambahan. Ternyata, cerita keseruan mereka tidak berhenti sampai di 2 jp dalam minggu ini aja, guys. Minggu depan pun mereka masih akan melanjutkan kegiatan yang mengasyikkantersebut. Apalagi mereka telah diberitahu bahwa tim yang menang akan diberikan nilai tambahan, pasti semangatnya auto menyala-nyala. Hehehe 😂
Jurnalis:
Violita Cahyadi X1
Patricia Lorenza Handoko Kelas X-5
Josephine Patricia Zendrato Kelas X-2
Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas X-3
Foto:
Queenvie Faith Macailey Kelas X-2







