
Eyyow, SaintPaulers! Kembali lagi di artikel paling hits dan seru dari kami! Kali ini, kami punya kabar kece langsung dari ruang kelas X yang akan bikin kalian penasaran banget. Sebelum kita spill semua detailnya, kalian sudah pada kenal dengan P5, kan? Bagi SaintPaulers yang sudah menjalani Kurikulum Merdeka, pasti istilah P5 ini sudah gak asing lagi di telinga.
Lalu kira-kira apa sih tujuan dari adanya P5? Dengan belajar P5, kita dapat belajar untuk peduli dengan lingkungan sekitar, terutama pada kearifan lokal yang menjadi ciri khas wilayah kita. Seru, kan? Jadi, melalui pembelajaran ini, kita ditantang untuk menyelami lebih dalam dan menghargai budaya lokal kita. Namun, bagaimana sih cara kita dalam menghargai budaya lokal melalui P5 ini? Ternyata, mudah loh! Salah satu cara seru buat mengaplikasikan P5 ini adalah lewat lagu-lagu daerah yang bisa bikin kita makin bangga dengan Indonesia!
Catat tanggalnya, ya! Mulai Selasa (29/10/2024) sampai Senin (25/11/2024), para peserta didik kelas X akan punya proyek yang keren banget, yakni mengenal kearifan lokal dengan cara menyanyikan lagu-lagu daerah! Bayangkan bagaimana asyiknya belajar sambil menghayati budaya lewat nyanyian! Mereka dibagi jadi lima kelompok, masing-masing berisi 6–7 peserta didik, dan tiap kelompok ditantang untuk mencari 4–6 lagu yang akan dibawakan dalam bentuk medley atau akapela. Menantang sekali, bukan? Eitss, belum cukup sampai di situ! Sebelum unjuk gigi dalam bernyanyi, salah satu kelas diwajibkan buat presentasi dahulu. Jadi, mereka harus menjelaskan makna dan asal-usul lagu-lagu yang dipilih di depan kelas. Baru deh, di pertemuan selanjutnya, mereka bakal tampil dan bikin suasana kelas jadi meriah. Seru banget, kan?

Lagu-lagu yang ditampilkan juga sangat beragam loh! Mulai dari Bungong Jeumpa dari Aceh hingga Apuse dari Papua. Lagu-lagu yang penuh makna dan warna budaya ini dinyanyikan dalam harmoni medley atau akapela. Meskipun kegiatan ini mudah-mudah susah untuk dilakukan, kegiatan ini memiliki sejuta ilmu yang akan membantu peserta didik, contohnya dalam memahami nilai-nilai penting dalam P5! Yang pertama, mereka diajak untuk menghayati iman dan ketakwaan kepada Tuhan melalui pesan di tiap lagu daerah. Kedua, kebhinekaan global makin terasa dengan keragaman lagu dan anggota kelompok yang berasal dari daerah berbeda. Ketiga, gotong royong benar-benar jadi semangat utama dalam setiap kerja sama, diskusi, dan latihan mereka. Di sisi lain, mereka juga belajar mandiri, baik dalam berlatih menyanyi dan bermusik di sekolah maupun di rumah. Terakhir, melalui proses kreatif menciptakan harmonisasi serta kesinambungan antar-lagu yang nantinya akan melatih penalaran kritis dan kreativitas para peserta didik. Jadi guys, kegiatan ini jelas bukan sekadar untuk belajar kesenian, tetapi ini juga merupakan kegiatan yang akan meng-upgrade skill dan karakter masing-masing pribadi!
Tapi ternyata guys, selidik demi selidik, mereka tidak hanya menyanyikan lagu daerah lho. Tetapi mereka juga memainkan alat musik tradisional!Seperti pernyataan yang telah disampaikan oleh rekan kita tersayang, Cyntia Sandra Dewi dari kelas X-2. “Selain aku bisa melatih bakat minat dalam bernyanyi, aku juga dilatih dalam pengembangan ilmu permainan alat musik pada materi kali ini. Kelas kami mempelajari serta menampilkan penampilan bermusik dengan alat yang dinamakan kentongan,” ujar Sandra.
Setelahnya, kira-kira apa sih yang bisa mereka rasakan dan dapatkan dari kerja kelompok kali ini? Yuk, tanya salah satu teman kami! “Aku seneng, soalnya bisa latihan nyanyi bareng teman-temanku di kelas. Kita bisa bantu satu sama lain semisal ada yang salah. Nah terus karena yang dinyanyikan ini lagu daerah, aku jadi lebih belajar beberapa lagu yang liriknya masih bikin aku bingung atau kadang salah sebut. Terus di sini aku juga jadi mempererat pertemanan karena ada kerja sama dalam kelompok,” ujar Jasmine Sampurna dari kelas X-2.
Wah keren, ya? Nah, kalau menurut kalian, bagaimana? Menyenangkan sekaligus menambah ilmu, bukan? Sekian cerita kami pada hari ini. Sampai jumpa di cerita selanjutnya, SaintPaulers! Good bye!
Jurnalis:
Patricia Lorenza Handoko kelas X5
Aurentzia Veayviane Kelas X-3
Josephine Patricia Zendrato X-2
Foto:
Josephine Patricia Zendrato X-2







