Saint Paul Siap Cegah Kekerasan!

Halloo, Sobat Saint Paul!!

Pada Hari Kamis (24/04/2025), Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tepatnya pihak Sarana Prasarana datang ke SMA Katolik Santo Paulus Jember, nihh. Yuk, kita kepoin siapa beliau dan kenapa kehadirannya bisa bikin suasana jadi tegang? Tapi sebelum itu, tujuan mereka datang untuk apa, yaa?

“Kami ingin menindaklanjuti hasil workshop untuk sekolah-sekolah yang menjadi contoh PTPK (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan). Untuk hasil pada sekolah ini sudah bagus. Pihak sekolah telah membuat tata tertib dan bekerja sama dengan wali murid. Bekerja sama dalam artian menyamakan persepsi hal seperti apa yang harus ditaati dan dihindari murid,” ucap Bapak Anang Cahyono selaku Tim SarPras (Sarana Prasana) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Nah, kedatangan beliau tentu saja disambut hangat oleh pihak sekolah. Mereka mengecek berkas dan mengobrol tentang tindakan-tindakan unik SaintPaulers. Mulai dari terlambat ke sekolah, bermain handphone di kelas, dan lain-lain. Eitss, namun sekolah kita melakukan upaya untuk mengurangi hal tersebut loh! Bagaimana caranya? Pasti kalian sudah familiar, apalagi kalau bukan buku tatib!

“Kami menyediakan peraturan dan regulasi terhadap tindakan kekerasan atau pun perundungan. Di SMA Katolik Santo Paulus Jember juga terdapat BK yang juga masuk di setiap kelas. Pada jam pelajaran tersebut BK menyelipkan materi tentang tata krama serta Anti-Bullying. Harapannya, informasi dan layanan yang telah diberikan dapat mencegah tindakan kekerasan,” ucap Suster Veronica.

Nahh, tak hanya regulasi tapi terdapat sanksi, lhoo. Siapa yang tidak kenal dengan rompi merah? Menakutkan ga, sihh? Ngomong-ngomong soal rompi merah, Pak Anang juga sempat mengobrol dengan murid yang mengenakan rompi merah. Beliau menanyakan penyebab rompi merah dan memberi nasihat. Seru banget, yaa!

Oh iya, guyss tidak hanya bagi murid tersebut, Pak Anang juga punya pesan untuk kalian, nih. “Saya juga berpesan untuk anak-anak di sekolah ini untuk stop bullying. Tindakan ini akan merugikan siswa terutama masa depannya,” ucapnya.

Don’t forget, okay?? Byee guyss!!

Jurnalis:

Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1

Angelique Priscilla Wijaya Kelas XI IPS 3

Fotografer:

Angelique Priscilla Wijaya Kelas XI IPS 3