
“We love Saint Paul, we do~”
Kalian familiar dengan penggalan lirik ini, tidak? Tentunya, sorakan ini terdengar keras di GOR SMA Katolik Santo Paulus, tepatnya pada hari Selasa (10/09/2024). Eh, memangnya ada apa sih? Mulai dari perubahan jadwal, performa murid, hingga GOR yang bagai lautan manusia. Sebenarnya kegiatan apa yang sanggup membuat warga Santo menyoraki semua itu? CEKIDOTT!
Eh eh eh, tahu tidak? Tahun kemarin, tepatnya tahun 2023, Saint Paul Mania menjuarai kompetisi suporter DBL dengan menempati urutan ke-3 lhoo. Hal ini tentu karena kekompakan yang dibawakan selama menjelang pertandingan DBL tahun kemarin. Bahkan, menurut Moses Fanandi Sunputra yang menjabat sebagai sekretaris SPM mengatakan bahwa mereka ingin mendapatkan juara di posisi pertama.
“Motivasi Saint Paul Mania di tahun 2024/2025 adalah membangun persaudaraan dan memenangkan lomba suporter,” sahut Moses dari kelas XI IPS 2. Wahh, keren sekali ya impian para suporter muda ini. Ia juga menambahkan bahwa mereka ingin dukungan langsung dengan kehadiran warga sekolah di setiap pertandingan basket SMAK Santo Paulus. Tuh, jangan lupa ya untuk datang dan ikut menyoraki pertandingan basket DBL selama 20 – 24 September 2024 di GOR Garuda.

Persiapan suporter Santo untuk mengguncang arena DBL tidak main-main, lho guys.. Mereka berlatih lagu, gerakan, bahkan sorakan di setiap hari Kamis. Bahkan, itu saja belum cukup, menurut Dionysius Indra Atyanta Kamitra dari kelas X-5, suporter Santo turut membuat gambar 3D yang bertemakan humble bee sebagai kejutan di arena mendatang.
Selain itu, dari bagian musik nihh tidak kalah seru. Apa sih yang paling menggemakan tribun selain bunyi dentuman bass drum? Itulah yang dihadapi pemain drum kita yaitu Willsen Wijaya. Selama latihannya, ia mengaku sangat terbantu oleh Hizkia Hiroshi Wahyudi sebagai alumni SMAK Santo Paulus yang membantu melatih musik suporter tahun ini. Tidak hanya itu, Willsen yang duduk di bangku kelas XI IPS 2 ini juga sering berlatih bersama rekan-rekannya.
WAHH effort banget ga sih??
Di balik semua jerih payah mereka, Saint Paul Mania juga mengalami beberapa kendala dalam menghadapi persiapan untuk DBL kali ini. Menurut Dionysius, mereka terkadang mengalami kesulitan pada masa latihan seperti koordinator yang sedang berhalangan. Selain itu, ia juga menyampaikan kurangnya kekompakan pada tim musik.
Namun, meskipun para suporter mengalami kendala, seluruh anggota Saint Paul Mania tetap optimis bahwa semua dapat diatasi dengan kerja sama dan semangat yang tinggi. Para suporter bahkan sudah menyiapkan berbagai elemen kejutan lain untuk membuat suasana pertandingan semakin meriah.

Dengan segala persiapan yang sudah dilakukan, Saint Paul Mania siap mengguncang arena DBL dan menunjukkan kepada semua orang bahwa suporter Santo Paulus Jember bukan hanya hadir sebagai pengembira tetapi sebagai bagian penting dalam perjalanan tim basket menuju kemenangan.

Saint Paul Mania, bukan sekadar komunitas, tapi keluarga besar dengan semangat membara yang siap mengguncang arena DBL! Dari tribun sampai ke lapangan, mereka adalah satu keluarga dengan nyali besar dan dukungan tak terbatas. Let’s show them what passion really means!
Jurnalis:
Patricia Danella Damayanti Kelas XI IPS 2
Robbi Fadli Ari Seto Kelas XI IPA 2
Aurentzia Veayviane Kelas X 3
Foto:
Kayren Lie Sasongko Kelas X-6
Megan Ivy Antony Kelas X-5
Patricia Danella Damayanti Kelas XI IPS 2







