
“Habis gelap terbitlah terang, habis PAS terbitlah remedial.”
Hellow! muda-mudi Santo Paulus!
Tanggal 23 November sampai 1 Desember adalah hari di mana lika-liku akan terjadi. Yap, kelas X hingga XII melaksanakan PAS. Sehabis PAS pasti otak udah pada keliyengan kan? Hahaha, mari me-refresh otak agar segar kembali. Classmeeting dan Bazaar Kelas akan menemani hari-harimu!
Di tengah sibuknya para murid mengikuti classmeeting, ternyata sebagian murid SMAK Santo Paulus juga sibuk melengkapi nilai tugasnya dan menuntaskan nilai-nilai yang belum cukup. Gencarnya para murid meraih nilai yang cemerlang, nyatanya tak semua murid dapat meraihnya. Beberapa nilai tugas juga belum lengkap untuk melengkapi rapor. Oleh karena itu, sebagian murid akan mendahulukan administrasi nilai daripada classmeeting.
“Yang pastinya sih saya akan merasa ingin sekali untuk nonton classmeet tersebut. Namun, pastinya kita harus lebih mendahulukan hal yang jauh lebih penting karena dari remidial tersebut saya dapat memperbaiki nilai-nilai saya,” ungkap Natalya Anette kelas X IPS 3. Nahh, bener tuh guys! Kalian harus mendahulukan pendidikan dan terus berjuang mendapatkan nilai yang memuaskan yaa!!
Nah, dari POV murid udah, tapi kok keknya ada yang kureng ya?? Hmmm, kureng apa ya? Yang dari guru kali ya? Biar lebih perfect nan menarik seperti doi. So, kita udah mewawancarai salah satu guru nih?? ada yang bisa tebak gak?
Ladies and gentleman, Perkenalkan, Bapak Gilang Kurniawan, S.Pd sebagai bintang tamu dari sisi guru! WADAWWWW!!!

Jadi, menurut Pak Gilang sendiri, para murid yang menjalani ujian harus tetap semangat. Beliau tidak memandang bahwa para murid tersebut sebagai murid yang bodoh. Malahan dalam pandangannya, para murid tersebut adalah murid-murid khusus karena memerlukan treatment yang berbeda dari lainnya.
“Murid-murid yang remidi itu kan menurut saya khusus ya. Soalnya perlu bimbingan atau treatment yang lebih daripada temannya. Dan murid-murid yang kaya gitu pasti saya beri dukungan atau semangat,” ungkap Pak Gilang kala ditanya mengenai pendapatnya tentang para murid yang menjalani remedial.
Selain itu, Pak Gilang juga bercerita mengenai kesulitan lainnya pasca PAS ini yaitu masa-masa remedial. Yang menjadi kesusahannya ialah mengatur jadwal remedial. Beliau mengungkapkan sedikit kesusahan bila ada guru mapel yang melaksanakan remedial tidak sesuai jadwal sehingga harus mengubah susunan yang sudah dibuat.
Well, perlu kita akui, ngga semua hal bisa dipaksain apalagi kalau itu memang bukan bakat atau minat kita. Yang paling penting ialah tetap berusaha dan optimis dalam memperjuangkannya.
“Setiap orang adalah jenius. Tapi jika anda menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidupnya dia akan percaya bahwa dia bodoh.” – Albert Einstein
SEMANGAT?? BUAT KALIAN YANG MENJALANI REMEDIAL! Semoga nilai kita semua memuaskan! See you guys!!!
Jurnalis:
Sevira Maria Angelica Putri Kelas X IPS 3/25/12379
Graciel Thea Hariyono Kelas X MIPA 2/13/12289
Foto:
Richelle Valerie Caron Kelas X MIPA 1/24/12371







