PKKS, Bukan Ajang Mencari Kesalahan

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 10 Februari 2021,SMAK Santo Paulus menjalani Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS). Melalui kegiatan penilaian ini, seolah menjadi momen untuk melihat sejauh mana sekolah dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik. Bahkan, juga menjadi tolok ukur kepemimpinan kepala sekolah sebagai top manajemen dalam mengelola sekolah.

“Sebenarnya kedatangan kami bukan untuk mencari kesalahan, tetapi lebih kepada melihat sudah sejauh mana program-program sekolah sudah berjalan,” ungkap salah seorang pengawas saat membuka acara di GOR sekolah. Melalui dasar prinsip inilah SMAK Santo Paulus ingin “menunjukkan” berbagai program dan kegiatan yg sudah berlangsung. Dua pengawas sekaligus penilai yakni Drs. Ponadi, M.Si. dan Drs. Sutiono, M. Pd. selama dua jam memeriksa dan mencermati berbagai capaian SMAK Santo Paulus yg tertuang dalam rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah.

Secara keseluruhan, ada tiga bagian besar yg menjadi sorotan dalam PKKS yakni bagian manajerial yang terbagi lagi dalam 132 poin penilaian, bagian kewirausahaan,dan bagian supervisi guru dan tenaga kependidikan masing-masing  terpecah menjadi 6 poin penilaian. Oleh karena itu, wajar jika waktu yang digunakan untuk penilaian terbilang cukup lama. Bukan hanya itu, pengawas juga melihat langsung sarana dan prasarana yang digunakan oleh SMAK Santo Paulus dalam kegiatan pembelajaran. Keseriusan sekolah dalam memberikan pelayanan tidak sia-sia. Secara terang-terangan pengawas memberikan ajungan jempol terhadap sarana dan prasarana yg digunakan di SMAK Santo Paulus.

Bukan itu saja, pengawas juga merasa kagum dengan dokumen yg disiapkan oleh SMAK Santo Paulus. “Saya salut, dokumennya lengkap dan detail, ungkap salah satu pengawas saat memeriksa berbagai dokumen sekolah. Kegiatan sekolah yg beragam juga menjadi kelebihan tersendiri di mata pengawas. “Semoga program-program yg sudah berjalan dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi lebih baik lagi,” imbuh pengawas.

Keberhasilan kegiatan PKKS juga tidak lepas dari kerja sama para guru dan karyawan SMAK Santo Paulus dalam mempersiapkan berbagai dokumen sebagai dasar penilaian. Meski menemui beberapa hambatan, tapi semua pihak dapat bekerja dengan maksimal. “Kendala tentu saja ada, seperti waktu untuk bertemu karena masa pandemi. Tetapi karena kerja keras Bapak/Ibu guru semua dapat diselesaikan tepat waktu, ” ungkap Ibu Elizabeth Enie Roma Y. S., S. Si., S. Pd., selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Bu Elly, panggilan akrab Ibu Elizabeth juga mengungkapkan jika sebenarnya dokumen sudah tersedia, hanya saja perlu waktu karena data yg ingin diperikan adalah tiga tahun terakhir. Namun bersyukur, semua kegiatan penilaian dapat berjalan dengan lancar.

Kepala SMAK Santo Paulus Jember, Antonius Denny Cahyo, S., S. S., M. Sc., M. Pd. juga memberikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yg sangat proaktif dalam kegiatan PKKS. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu guru sekalian, telah bekerja dengan maksimal sehingga kegiatan PKKS dapat berlangsung dengan lancar,” ungkap kepala sekolah usai doa pagi yg dilaksanakan via zoom meeting.

Semoga capaian yg diperoleh SMAK Santo Paulus menjadi dasar untuk tetap dan terus memberikan pelayanan yg terbaik bagi para peserta didik.

Penulis: Ujang Sarwono, S. Pd.

Fotografer: Yulius Adi Sutrisno