
“Ada pohon pisang dan pohon palem, selamat siang dan berkah dalem!”
Itu adalah kalimat pembuka yang digemakan oleh Bapak Alexander Sulistiawan J., S.Pd. Pembukaan apa sih? Yupz, pembukaan kegiatan Rekoleksi APP Murid Katolik-Katekumen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, (21/03/2025) di Aula SMA Katolik Santo Paulus Jember. Pembicaranya adalah Romo Thomas Onggo S., O.Carm. Tentu saja, sebagai bagian dari keluarga besar SMA Katolik Santo Paulus Jember, beliau tak mau ketinggalan untuk ikut ambil bagian dalam memberikan khotbahnya yang super seru di dalam kegiatan ini.

Menariknya, kegiatan ini mengusung tema “Pertobatan Ekologis di Tahun Yobel”. Murid Katolik-Katekumen pasti tau dong dengan tahun yobel atau yubileum. Oh iyaa, tahun yubileum 2025 memiliki tema “Peziarah Harapan”. Ternyata, kedua tema tersebut berkaitan lhoo guyss. Kok bisa?Penggambaran peziarah ini merepresentasikan Santo Paulus yang realistik. Ia tahu bahwa hidup mempunyai suka dan duka. Melalui pengalaman tersebut, ia mengajarkan pada kita agar memiliki harapan.
Sekarang kita menjalankan peziarahan pengharapan melalui aksi nyata terhadap Bumi sebagai “rumah peziarahan pengharapan”. Eitss, perlu diingat bahwa harapan harus diimbangi dengan kesabaran.
Waduhh, sabarr?? Kira-kira kalian sudah cukup sabar belum? Dengar-dengar sih, iGen serba up to date atau serba instan. Saat gerakan velocity viral, semuanya ikutan, benar atau benar?
Nah, pada titik inilah Romo Thomas mengajak kita untuk melakukan pertobatan ekologis. Seperti apa bentuknya? Yuk kita simak jawaban Romo.
“Sesuai dengan tema Pertobatan Ekologis, yaitu peduli lingkungan, kita dapat memulai pertobatan ini dari hal kecil terlebih dahulu, yaitu dengan membereskan dan tidak meninggalkan sampah makanan milik kita sendiri, terutama di area kantin. Apabila kita menjadi teladan melalui hal kecil ini, orang lain pastinya akan berpikir bahwa gerakan peduli terhadap lingkungan ini memang bisa dilakukan,” jawab Romo Thomas.
Yess yess, dimulai dari yang kecil dulu. Hmm, bukannya kegiatan ini sudah dilaksanakan yaa? Menurut Romo, apakah masih kurang maksimal?

“Menurut Romo, sepertinya masih kurang ya. Saat Romo keliling sekolah, Romo masih menemukan banyak sampah sisa makanan yang ditinggalkan, terutama di area kantin. Guru Biologi di sekolah kita juga telah berjuang untuk membawa dan mengajarkan kebiasaan sederhana “bertanggung jawab atas sampah kita sendiri” ini. Namun, apabila warga sekolah kurang mendukung ya sulit.” jawab Romo Thomas.
Soooo, sudah siapkah kalian menjadi teladan? Teruslah menebarkan kebaikan kepada manusia atau pun alam yaa teman-teman, seperti Bulla Paus Fransiskus Spes Non Confundit – “Pengharapan tidak mengecewakan.” Artinya memberikan ajakan pada para pembaca untuk memiliki harapan terkhususnya dalam melestarikan Bumi.
See youuuuu di artikel-artikel seru lainnyaaa! Dadahhh
Jurnalis:
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1
Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas X-3
Foto:
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1
Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas X-3






