
Hai, hai, SaintPaulers. Gimana kabarnya menjelang selesainya UH Blok semester ini? Waktunya happy-happy nih, apalagi ada SPF! SPF adalah singkatan dari Saint Paul Festival. Dalam acara ini, OSIS SMAK Santo Paulus mengadakan berbagai macam lomba untuk adik-adik SMP di Jember dan sekitarnya.
Pada artikel hari ini, kita akan cari info, siapa sih yang berada di balik kesuksesan kegiatan SPF 2023? Tentu saja, kita akan menemukan pahlawan yang menggerakkan kesuksesan acara tersebut. Yap, benar, siapa lagi kalau bukan para kandidat terpilih SPF. Eits, tidak hanya itu, acara spektakuler ini tidak akan terarah dengan baik tanpa bimbingan dari para pembina OSIS, yaitu Ibu Elizabeth Enie R. Y. S., S.Si., S.Pd., Romo Atanasius Mariyanto Eka, O.Carm., Bapak Alosius Danang Tri P. W, S.E., Ibu Maria Monicha Faot, M.Pd., dan Ibu Dhynnie Anyd Puteri Satriyani, S.Pd.

Tahukah kalian bahwa SPF tahun ini adalah SPF yang pertama sejak adanya pandemi Covid-19? Dengan begitu, para panitia yang terpilih belum memiliki pandangan dan pengalaman sama sekali terkait dengan pelaksanaan kegiatan SPF. Meski mereka belum memiliki pengalaman sama sekali dalam kegiatan ini, para panitia tetap tergerak untuk mengikuti acara yang sudah lama tertunda. Wahh, keren gak sih?
“Menjadi panitia SPF dapat mengganggu pembelajaran” ~ Pendapat itu sering kali muncul karena menjadi panitia identik dengan selalu pulang larut malam. Namun, bagaimana sihh reaksi dari beberapa panitia ini?
Ternyata, begini nih reaksi dari panitia SPF 2023. “Selama menjadi panitia SPF, saya harus menyiapkan mental dalam menjalankan tugas dan kewajiban,” ucap Michael Stanley Setiawan murid dari kelas X IPS 1/22. Menurut pengalaman pribadinya, dia harus siap dikritik dan menerima saran demi keberhasilan dan kesuksesan acara besar ini. Michael juga mengaku bahwa ia sempat sakit karena selalu pulang larut malam.
Menurut Jennifer Laurent (XII MIPA 3/10) dari sie bazaar, kegiatan SPF ini mirip gado-gado alias campur aduk. “Gimana ya? Seneng iya, capek iya, emosi iya, bener-bener dicampur gitu,” ucapnya saat wawancara. “Sie bazaar itu butuh chemistry kuat antar anggota. Jadi, sulit kalau mau digantiin. Kami itu tak tergantikan, hehehe…. Kalau pas rame seneng, panik dikit nggak ngaruh. Tapi kalo sepi, bingung juga waktu totalan,” ungkapnya.
Pak Danang selaku pembina OSIS juga turut memberi reaksi terkait acara ini. “Secara garis besar, acara ini sudah berjalan dengan baik walau sempat mengalami sedikit kendala,” ucap Pak Danang. “Belum lagi ada UH Blok sehingga banyak panitia yang izin untuk belajar. Mangkanya, persiapannya jadi kurang maksimal,” imbuh beliau. Saat ini, beliau juga merasa bahwa ada peningkatan kinerja dari para panitia. Hal ini terbukti dari banyaknya kesalahan di awal kegiatan yang langsung dapat teratasi dengan baik di hari berikutnya. Panitia tahun ini juga sudah dinilai gercep dan solid saat menghadapi setiap masalah.

Sebagai info saja nih, acara SPF tahun ini dimulai tepat pada minggu terakhir pelaksanaan UH Blok. Tentu saja, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi para panitia. Mereka dituntut untuk mampu membagi waktu dan tenaga agar dapat mengerjakan UH Blok dengan baik. Tak jarang tampak beberapa panitia yang belajar bersama maupun menyempatkan diri untuk belajar selagi menunggu rapat SPF dimulai.
Dengan bergabung dalam kepanitiaan SPF, ternyata para panitia juga memperoleh banyak pengalaman dan manfaat. “Melalui kegiatan ini, sebenarnya para murid akan memperoleh banyak manfaat. Kepanitiaan SPF dapat menjadi sarana untuk melatih murid dalam berorganisasi, bersosialisasi, berkomunikasi, manajemen waktu dan juga belajar mengelola emosi dan masalah,” ujar Bruder Yohanes Suparno, O.Carm.
Tentu saja, Bruder Yo selaku Kepala Sekolah sangat mengapresiasi kerja keras yang sudah dilakukan oleh para panitia untuk mewujudkan terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga berpesan kepada panitia, “Sebagai murid yang terpilih, kalian perlu memiliki tanggung jawab sebagai nilai hidup di masa depan,” ucap Kepala Sekolah SMAK Santo Paulus. “Bekerjalah sesuai job desk kalian tetapi ingatlah orang lain juga. Kalian hebat karena bisa melakukan kegiatan ini mulai dari nol,” tegas Bruder Yohanes untuk para panitia SPF 2023.
“Tetap semangat dalam menekuni tugasmu” ~ kalimat itu merupakan ungkapan yang tepat bagi para panitia yang telah bekerja untuk sembilan hari kegiatan SPF. Tentunya. para panitia bekerja keras agar SPF dapat berjalan dengan sempurna.
Nah, kalau teman-teman, apakah kalian sudah bekerja keras untuk mencapai hasil yang kalian inginkan?
Jurnalis:
Patricia Danella Damayanti Kelas X IPS 1/22
Jennifer Laurent Kelas XII IPA 3 / 10
Foto:
Patricia Danella Damayanti Kelas X IPS 1/22
Richelle Valerie C. Kelas X MIPA 1/24







