Menyelamatkan Lingkungan Sambil Menabung

SMA Katolik Santo Paulus Jember kini punya cara unik dalam mengelola sampah melalui program Bank Sampah. Semua kelas X menjalankan program ini secara serentak. Prinsipnya, setiap kelas berfungsi layaknya cabang bank mini dengan sistem tabungan sampah terpilah yang dikumpulkan oleh murid setiap minggu. Guru mata pelajaran Biologi kelas X mencatat dan menimbang setoran sampah dari setiap murid. Beragam sampah yang bernilai ekonomi seperti botol plastik, kertas, dan sampah anorganik lainnya yang telah dikumpulkan selama seminggu dikonversikan menjadi saldo dalam program bank sampah tersebut.

Peran guru Biologi nggak cuman ngawasin penimbangan sampah guys, tapi juga memberikan arahan tentang cara memilah sampah yang benar. Selain itu juga turut menjelaskan manfaat sampah bagi lingkungan. Perlahan, kebiasaan ini terbawa hingga ke lingkungan rumah mereka. “Program bank sampah ini membuat saya menjadi lebih sering mengumpulkan sampah plastik dan juga tidak membuang sampah di sembarang tempat,” ucap William Geraldo, murid dari kelas X.

Meski awalnya menghadapi kendala seperti kurangnya kesadaran memilah sampah, kini kegiatan ini justru menjadi kebiasaan positif dan kebanggaan bagi semua murid. “Kami tidak sekadar belajar teori lingkungan di kelas, tapi langsung praktik menyelamatkan bumi,” ujar Chelsea Juanita Kusuma, salah satu murid kelas X. 

Nah, dengan begitu, program ini membuktikan bahwa gaya hidup ramah lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana di lingkungan sekolah. Selain membuat sekolah jadi makin clean and green, program ini juga dapat mengubah kebiasaan lama murid. Dari yang dulunya masih cuek buang sampah sembarangan, sekarang malah pada berburu botol plastik buat ditabung. Ngenes sih awalnya, tapi sekarang jadi kebanggaan! Dengan begitu, guru-guru juga auto bangga lihat anak didiknya peka dan ikut berkontribusi dalam kebersihan lingkungan. Salut banget deh!

Karena melalui program bank sampah, SMA Katolik Santo Paulus Jember tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, tetapi juga membentuk karakter murid yang bertanggung jawab, kreatif, dan memiliki sikap peduli lingkungan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sampah bisa diubah menjadi berkah ketika dikelola dengan kesadaran dan sistem yang baik. 

Dengan langkah kecil ini, SMA Katolik Santo Paulus Jember menunjukkan bahwa menjaga bumi bukanlah tugas orang dewasa saja. Siapa pun dapat menjadi pahlawan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan sekolahnya sendiri.

Jurnalis:

Michelle Kaylyn Nathania X-5

Xylenn Pricilla Kwee X-2

Alexandra Trixie X4/01/12629 

Elvaretta Belda Jeconia X-1

Foto:

Tifanny Tricia Efendy Kelas X-1

Joshua Budi Hariyanto X-1