Mengulik Praktikum Kimia

Ada kayu sedang diolah

Lalu diukir menjadi bermotif

Terlihat tercampur padahal terpisah

Apalagi kalau bukan koligatif

Tahukah kalian tentang sifat koligatif dalam ilmu Kimia? Seperti apa larutan yang terlihat tercampur tapi terpisah? Susu? Agar-agar? Sol belerang? Yuk kita mengulik salah satu praktikum Kimia yang sedang dijalani kakak-kakak kelas XII MIPA.

Minggukedua di bulanAgustus 2025,murid kelas XII MIPA mulai melakukanpraktikum tentang pembentukan sifat koligatif. Fun fact lainnya, praktikum ini “beranak!” Ya, satu tema tapi ada dua subbabdi dalamnya. Judulnya pembentukan sifat koligatif, tetapi ada dua subbab yakni proses kondensasi dan proses dispersi. Hmm, semakin bingung kan? Yuk kita kulik wawasan dan ke-hectic-an mereka!

Praktikum kali ini bisa dibilang cukup hectic nih, karena setiap kelompok harus melakukan dua jenis praktikum yaitu kondensasi dan dispersi. Anyway, buat kalian yang belum paham apa itu kondensasi dan dispersi, simple-nya kondensasi yaitu penggabungan partikel menjadi koloid dan dispersi yaitu pemecahan partikel besar menjadi koloid. Nah, untuk kondensasi sendiri para murid harus melakukan tiga jenis percobaan yakni pembuatan sol Fe (OH)3, pereaksian HCl dan Na2S2O3, serta pereaksian AlCl3 dengan NaOH. Sedangkan untuk dispersi para murid juga diminta untuk melakukan tiga jenis percobaan yaitu pembuatan sol belerang, pembuatan sol, dan pengemulsi minyak dalam air. 

Sudah tambah bingung atau ada yang sudah mulai paham nih? Lanjut ya, dalam praktikum ini, para murid diminta untuk memanaskan larutan FeCl3 sampai berubah warna, menggerus belerang bersama gula empat kali, menyaring endapan dari campuran gula dan belerang tadi, mengambil air panas untuk dicampur dengan bubuk agar-agar, dan yang paling utama adalah menerangi larutan untuk mengamati apakah larutan tersebut meneruskan atau menghamburkan cahaya. Waduh, banyak juga ya kegiatan praktikum ini. Lalu, gimana sih cara para murid mengakali agar dapat menyelesaikan praktikum yang terkesan rumit hanya dengan dua jam pelajaran? 

“Dalam praktikum kali ini sebenarnya kuncinya ada di kerja sama tim dan bisa bagi tugas. Karena praktikumnya ada banyak jadi setiap anggota bisa melakukan satu praktikum. Setelah tu, bergantian menulis hasil praktikum. Walaupun awal-awal masih bingung yang akan dilakukan tapi perlahan mulai terselesaikan. Kita saling bertukar pendapat jadinya bisa melakukan dengan cepat,” Ucap Felisha Angeline Wiyono, murid kelas XII MIPA 2 saat diwawancarai. 

Tidak Sekadar Teliti

Selain teliti, mereka pun harus kerja gercep alias gerak cepat nih sob! Jika dipikir-pikir lagi, strategi bagi tugas ini memang menjadi penyelamat. Bayangin saja kalau semua anggota kelompok mengerjakan hanya satu percobaan tanpa pembagian, pasti waktunya tidak akan cukup. Dengan sistem pembagian tugas, di mana setiap anggota mengerjakan bagian percobaan masing-masing, seluruh proses dapat berjalan secara paralel.

Meskipun suasana Laboratorium Kimia sempat ramai dan sedikit hectic di awal, justru hal itu membuat praktikum kali ini terasa lebih seru. Dari rangkaian praktikum ini, ternyata banyak hal yang bisa dipelajari, terutama tentang bagaimana sifat koloid dapat terbentuk dan dimanipulasi melalui dua metode berbeda, yaitu kondensasi dan dispersi. Murid juga bisa belajar melihat secara langsung bagaimana partikel-partikel kecil yang awalnya tidak terlihat, bisa berubah menjadi sistem koloid yang stabil, serta bagaimana faktor seperti pengadukan, dan penambahan pereaksi. Memang ya, praktikum akan membuat proses belajar lebih mendalam.

Itulah sekilas tentang proses pembentukan sifat koligatif. Jika mau belajar semua yang terlihat rumit akan bisa dipahami dengan mudah. Semoga kita yang sedang menempuh proses belajar di jenjang SMA mau terus belajar untuk memahami hal-hal baru.

Jurnalis: 

Jennifer Evelyn kelas XII MIPA 2

Cyrilla Levina Kuswanto Kelas XII MIPA 2

Charlie Monica Liadi Kelas XII MIPA 3

Graciel Thea Hariyono Kelas XII MIPA 4

Foto:

Dayvin Hubert Senjaya Lianto Kelas XII MIPA 2