Mengenal Perkembangan Remaja dengan Metode yang Anti-Mainstream

Siapa bilang belajar tentang materi Bimbingan Konseling (BK) itu membosankan? Murid kelas X SMA Katolik Santo Paulus Jember justru membuktikan sebaliknya!

Halo sobat SaintPaulers! Kali ini, murid kelas X SMA Katolik Santo Paulus Jember memiliki pengalaman yang sangat mengasyikkan lho. Pengalaman ini berkaitan dengan permainan edukatif yang bertemakan ‘Perkembangan Remaja’ yang merupakan salah satu komponen dalam materi Bimbingan Konseling (BK) kelas X SMA Katolik Santo Paulus Jember.

Tugas ini berlangsung mulai Selasa (22/10/2014) dan masih berlangsung hingga kemarin (23/10/2024). Tugas ini ditawarkan langsung oleh Ibu Valeri Shinta Adi K., S.Pd selaku guru Bimbingan Konseling (BK) kelas X. Hmm … sebelum itu, ketentuan gimnya gimana sih? Jadi, murid kelas X dibagi menjadi beberapa kelompok kerja terlebih dahulu. Setiap kelompok terdiri atas enam murid. Setelah pembagian kelompok selesai, murid kelas X dipersilakan untuk duduk sesuai dengan kelompoknya sembari mendengarkan instruksi mengenai pembuatan dan pelaksanaan gim. Setiap kelompok menggunakan tema yang sama, tetapi dengan subbab yang berbeda, sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Ibu Veve. Subbab-subbab tersebut di antaranya adalah tanda-tanda permulaan masa remaja, fase remaja sebagai fase transisi/peralihan, dan perkembangan yang sangat menonjol pada masa remaja. Setelah itu, setiap kelompok diberi kebebasan untuk mengutarakan kreativitasnya dalam membuat sebuah gim sesuai dengan subbab yang ditentukan.

Serunya lagi, kreativitas para murid sangat diutamakan dalam proses ini. Setiap kelompok diberi waktu untuk merancang permainan edukatif yang interaktif. Tentu saja kegiatan ini sangat menyenangkan. “Games hari ini sangat menarik dan menyenangkan,” ujar Giselle Lavenia Kusuma kelas X-1 absen 11.

Semua permainan tersebut dirancang untuk membantu teman-teman sekelas guna memahami topik perkembangan remaja dengan cara yang lebih menyenangkan. Setelah perancangan permainan selesai, setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan dan memainkan gim mereka di depan kelas.

Dari kegiatan ini, terdapat beberapa pesan moral yang dapat diambil oleh para murid. Salah satunya yaitu belajar tidak harus selalu kaku atau membosankan. Melalui permainan, materi yang terkesan berat dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan. Dengan metode pembelajaran yang kreatif seperti ini, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan tetapi juga mengembangkan keterampilan lain seperti kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

Jurnalis:

Violita Cahyadi Kelas X-1

Cheryl Irene Wijaya Kelas X-1

Foto:

Josephine Patricia Zendrato Kelas X-2