
Halo halo SaintPaulers. Gimana kabarnya? Semoga baik ya. Hari ini kita mau kenalan sama salah satu frater yang ada di SMAK Santo Paulus. Ada yang sudah kenal belum nih? Kalau belum yuk kita kenalan dulu. Frater yang kerap muncul di sekolah kita ini ternyata memiliki sebuah hobi yang menarik lho… Kita cari tahu bersama yuk.
Frater Yosef Ade Prakoso atau yang lebih sering disapa Frater Yudo adalah salah satu Frater yang bertugas di SMAK Santo Paulus. Tampangnya yang manis dan umurnya yang masih terhitung muda yaitu 25 tahun menarik perhatian banyak murid. Meskipun usianya bisa dibilang muda, Frater sudah memiliki banyak hal menarik untuk diceritakan. Salah satunya adalah mengenai hobi dan kecintaannya terhadap budaya Jawa.
Sejak usia belia, Frater Yudo sudah diperkenalkan dengan budaya Jawa. Pada zaman itu, ketika teman-temanya dibelikan mainan mobil-mobilan, Frater justru dibelikan wayang dan kaset wayang dalang Ki Manteb Soedharsono. Sejak itu pula, beliau mulai belajar memainkan wayang, hingga suatu hari ia ditantang untuk bermain wayang di depan Bupati Malang. Siapa sangka semua orang jatuh hati pada sabetan wayang Sang Frater. Mulai dari sinilah kisah Frater sebagai seorang dalang dimulai. Ia mulai menekuni hobinya dan belajar menjadi dalang. Penasaran deh kaya gimana ya pertunjukan wayang yang dibawakan oleh Frater? Apakah Frater sempat belajar mendalang dari seorang guru? Jawabannya adalah iya, guru pertama beliau adalah Bapak Ponimin.

Bermain wayang adalah hobi yang masih dilakukan oleh Frater hingga saat ini. Tak heran pula jika beliau memiliki koleksi wayang. Ngomong-ngomong soal koleksi wayang Frater, apa aja sih wayang yang dikoleksinya? Ada wayang-wayang favorit seperti Bima, Balarama, Arjuna, dan Krisna. Dari semua tokoh wayang tersebut, yang menjadi favorit Frater adalah Balarama. Kenapa demikian? Berikut alasannya.
Balarama atau Baladewa adalah warangka istilahnya penyangga Krisna. Krisna tidak akan berjaya tanpa ada kakaknya. Namun, pada kenyataannya justru yang dipuja-punya oleh masyarakat adalah Krisna. Padahal, Balarama-lah yang mengokohkan Krisna. Balarama dibenci karena kegalakannya. Menariknya lagi, tokoh ini adalah raja yang hanya memiliki satu istri meski di dunia pewayangan umumnya seorang raja memiliki banyak istri. Menarik kan?
Selain memiliki hobi ndalang, ternyata Frater juga suka musik karawitan terutama gong. Dan uniknya lagi, Beliau juga bisa menari, tak hanya tari Jawa Timuran tapi juga tari Jawa Tengah, bahkan bisa bermain Reog. Wihh multitalent gak nih??
“Budaya Jawa sangat menarik tetapi sayangnya di dunia perfilman sering kali dibengkokkan. Salah satunya, budaya Jawa selalu dikaitkan dengan hal-hal horor atau berbau ilmu hitam. Mengingat bahwa budaya Jawa terutama wayang sudah diakui oleh Unesco dan di Belanda juga sudah ada S2 perdalangan, apakah iya kita akan belajar ke negeri tetangga? Tidak ada yang tua, semua itu menarik kalau kita mau mempelajarinya. Banggalah dengan budaya kita maka kita akan jadi bangsa yang besar,” ujar Frater.
Harapan frater ke depannya adalah SMAK Santo Paulus dapat menyajikan ekstrakurikuler yang dapat melahirkan rasa cinta budaya Nusantara. Contohnya seperti ekstra tari tradisional. Semoga mimpi ini dapat terwujud ya kawan-kawan!!
Jurnalis:
Arum Dewi Hapsari Kelas XII MIPA 2/01
Marcellina Keisya Putri Kelas XII MIPA 3/14
Foto:
Arum Dewi Hapsari Kelas XII MIPA 2/01
Marcellina Keisya Putri Kelas XII MIPA 3/14







