Menerapkan Pemanfaatan Bakteri dalam Makanan

Hey-heyy SaintPaulers! Siapa bilang belajar Biologi cuma soal menghafal sel dan organ tubuh? Di praktikum kali ini, para murid kelas X justru diajak untuk langsung “masuk dapur” dan mengenal dunia bioteknologi lewat cara yang super seru dan membuat makanan fermentasi!

Sejak Rabu (23/04/2025) hingga Rabu (30/04/2025), para murid berperan sebagai ilmuwan sekaligus koki dalam sesi praktikum bertema fermentasi dan bioteknologi. Mereka memproduksi berbagai makanan hasil fermentasi seperti kimchi, tape, tempe, yogurt, tepache, dan teh kombucha.

Eitss sebelum mulai memasak, para murid tentu harus menyiapkan alat, bahan, serta prosedur yang akan mereka jalankan dong. Kerennya, mereka telah membuat list ini seminggu sebelum praktikum bersama masing-masing guru Biologi mereka. Namun, kesalahan-kesalahan kecil masih tak luput dari persiapan mereka. Mulai dari lupa membawa garam hingga terjadinya miskomunikasi, di mana SCOBY (Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeast) tidak dapat masuk ke dalam stoples mungil. Seusai meracik produk bioteknologi, beberapa murid memakan sisa-sisa produk mereka, seperti wortel, nanas, dan susu. Namun, tetap ingat ya, praktikum ini bukan hanya bikin lapar, tapi juga membuka wawasan tentang bagaimana mikroorganisme bekerja secara menguntungkan bagi tubuh manusia.

Tunggu, tunggu! Jangan sampai kita melupakan sang pemeran utama, yakni para bakteri dan jamur! Para murid telah mempelajari bahwa di balik rasa asam atau aroma khas makanan fermentasi, ada kerja keras bakteri baik seperti Lactobacillus, Acetobacter, dan ragi seperti Saccharomyces cerevisiae. Bakteri-bakteri ini bukan musuh, melainkan sahabat yang membantu proses pencernaan, memperkuat sistem imun, bahkan menyehatkan usus! Wah, kecil-kecil bermanfaat ya!

Nah, sekarang, yuk kita baca bagaimana tanggapan salah satu murid yang sudah menjalani praktikumnya!

“Di praktikum kali ini, kelompokku membuat kimchi. Untuk proses pembuatannya, kelompok kami sedikit lebih extra ya dalam persiapannya karena bahan yang dibawa tidak sedikit jadi ya, lumayan ribet. Praktikum ini menjadi pengalaman pertamaku dalam membuat kimchi, dan cukup seru karena membuatnya bersama teman-teman. Intinya, dari praktikum kali ini saya sadar bahwa makanan yang sehat salah satunya melalui proses fermentasi, membutuhkan tenaga dan kesabaran lebih untuk membuatnya,” ujar Joice Angelina kelas X-3.

Wah, secara tidak langsung, wawancara tersebut mengingatkan kita bahwa tidak semua makanan dapat jadi secara “instan”. Maka dari itu, yuk hargai makanan yang sudah kita terima! Semoga setelah membaca ini, kita dapat termotivasi untuk mensyukuri segala nikmat yang sudah diberikan oleh Tuhan. Sekian perjumpaan kita hari ini, see you!

Jurnalis:

Josephine Patricia Zendrato Kelas X-2

Aurentzia Veayviane Kelas X-3

Patricia Lorenza Handoko Kelas X-5

Foto:

Queenvie Faith Macailey X-2

Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas X-3