
Halo, SaintPaulers! Pernahkah kalian membayangkan bisa belajar langsung dari barista Starbucks tentang cara menikmati dan membuat kopi yang benar? Inilah yang dialami oleh para murid SMA Katolik Santo Paulus Jember dalam sebuah talkshow spesial bersama Starbuckspada hari Jumat (14/03/2025). Yezz, perwakilan Starbucks a.k.a Febrian Nughroho, Mauladi Setiawan, dan Yustiar Wicaksana dengan senang hati membagikan ilmu dan kisah mereka lhoo! Penasaran bagaimana keseruannya? Yuk, simak artikel ini sampai habis!
Begitu memasuki ruangan, aroma kopi segar langsung menyambut para peserta, menandakan awal dari pengalaman yang tak terlupakan. Sebagai pembuka, setiap murid mendapatkan segelas kopi espreso—sebuah hadiah istimewa yang menjadi awal perjalanan mereka dalam memahami cita rasa kopi. Tak hanya itu, mereka juga diajarkan teknik menikmati kopi dengan benar agar bisa merasakan setiap lapisan rasa yang tersembunyi di dalamnya.
Tantangan pun muncul dan hanya dua orang yang boleh maju untuk melakukan praktik. Tapi saking antusiasnya, tiga orang maju bersamaan dengan kecepatan yang hampir sama! Sebelum bisa meracik kopi ala Starbucks, mereka harus terlebih dahulu menantang diri mereka dengan menyebutkan nilai-nilai sekolah tercinta kita, yaitu Carmel Values. Jika berhasil, mereka akan mendapatkan pelatihan eksklusif dalam membuat kopi berstandar Starbucks. Untungnya, murid pertama yang maju sukses menyebutkan seluruh isi Carmel Values sehingga mereka bisa berlatih membuat kopi secara bergantian. Wahh seru sekali yaa! Daripada penasaran yuk kita tanyakan testimoni dari Zoa Raphael W. dari kelas XI MIPA 1.

“Iya, saya menjadi orang pertama yang belajar dan praktik membuat kopi espreso. Pastinya, seru dan asyik!! Setelah mendapatkan kesempatan ini, saya termotivasi untuk membuat kopi dengan keunikan sendiri hehehe,” jawabnya.
Nah itu dia testimoni dari Zoa, kira-kira pengalaman kakak-kakak barista bagaimana ya? Apakah pemahaman dan antusias para murid telah sesuai harapan mereka?? “Kami merasakan para murid antusias. Beberapa dari mereka juga sudah paham tentang perkopi-an, Berbeda dari dulu kalau diminta maju ke depan harus ditunjuk sekarang berangkat sendiri. Intinya, murid SMA Katolik Santo Paulus keren!” ucap Kak Yus yang berprofesi sebagai barista. Semoga tujuan dari kegiatan mereka dapat tercapai yaa.
Usut punya usut, tujuan pihak Starbucks bukan mau melakukan promosi nih. Sebenarnya mereka ingin memperkenalkan kopi dan meng-highlight penentuan karier. “Kalau memang mau melanjutkan ke jenjang kuliah, better jangan sampai salah karena sepengetahuanku, banyak murid SMA hanya sekadar mengikuti jurusan temannya. Jadi, tidak bisa menemukan jati dirinya. Kalau memang mau kerja, jangan sampai kerjaannya itu di company yang masih kurang jelas atau tidak sesuai dengan kemampuannya,” ujar Kak Rian selaku store manager Starbucks Jember.
Setuju! Setuju!! Sebagai gen z, kita harus punya jati diri yaa guyss. Jangan sampai salah pilih jurusan kuliah hanya karena FOMO. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi dan memotivasi kita semuanya. Sukses selalu teman-temann. Sampai jumpa!
Jurnalis:
Josephine Patricia Zendrato Kelas X-2
Patricia Lorenza Handoko Kelas X-5
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1
Foto:
Immanuel Revo Tanus Kelas XI MIPA 1
Nicole Imanuella Christiono Kelal XI MIPA 3






