Memaknai Tema Evolusi

Karnaval mode berkelas internasional Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali digelar di tahun 2025. Tahun ini, JFC memasuki tahun ke-23 dengan tema menarik, “Evolution”. Tema ini bukan sekadar tentang fesyen atau mode, tapi juga membawa pesan kepada kita untuk terus maju dan berani berubah.

Tema besar JFC tahun ini bukan sekadar tentang evolusi fesyen. Ada satu pertanyaan penting pada gelaran JFC ke-23 tahun ini. Apakah kita juga sudah berevolusi dalam hal tanggung jawab lingkungan? Jangan sampai, JFC yang telah mendunia selalu dibarengi dengan permasalahan yang sama dari tahun ke tahun, sampah! Masalah kecil yang sering diabaikan bisa menjadi masalah besar. Nah, untungnya, kegelisahan itu tidak dibiarkan begitu saja oleh sebagian pelajar dari SMAK Santo Paulus Jember.

Seolah ingin membuktikan bahwa evolusi lingkungan itu benar adanya, puluhan relawan dari SMA Katolik Santo Paulus menunjukkan aksi nyata peduli sampah dalam gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC). Selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 8 Agustus–10 Agustus 2025 puluhan relawan peduli sampah SMA Katolik Santo Paulus Jember berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih sampah. Berbekal semangat tinggi, karung, dan perlengkapan seadanya, mereka menyisir sampah mulai dari garis keberangkatan hingga garis finis sejauh 3,6 kilometer.

Jumlah sampah yang berhasil terkumpul bisa mencapai hampir sepuluh karung setiap hari! Karung-karung tersebut berisi beragam jenis sampah, mulai dari botol plastik, sedotan plastik, plastik bekas jajan, hingga puntung rokok. Jika pada tahun-tahun sebelumnya para relawan SMAK Santo Paulus berkeliling untuk memunguti sampah dari penonton JFC, tahun ini mereka memiliki strategi yang lebih menarik dan menantang. Mereka cukup meletakkan kantong-kantong sampah dengan jarak sepuluh meter lalu mengimbau setiap penonton melalui pengeras suara agar bisa membuang sampah pada tempatnya.

Harapan untuk Sadar Diri

Mengapa demikian? Begini teman-teman, dua hal yang selalu menjadi penyebab utama dari banyaknya sampah yang berserakan adalah kurangnya tempat sampah serta kesadaran diri atau mindset masyarakat yang kurang peduli pada lingkungan sekitar. Coba bayangkan jika teman-teman relawan hanya memungut sampah-sampah itu? Masyarakat sekitar pasti tak kunjung sadar dan justru membiarkan sampah mereka tetap berserakan. Pikiran yang mungkin muncul yakni, ada orang lain atau petugas yang akan membersihkan. Jika pikiran demikian yang tertanam, akan sangat sulit untuk mengatasi masalah sampah. Maka dari itu, para relawan berinisiatif hanya menyediakan tempat sampah dan memberikan imbauan berulang-ulang.

“Kita sebagai warga Jember perlu sadar akan sampah yang kita produksi dan tidak hanya menunggu relawan untuk datang dan memunguti sampah kita. Apabila hal tersebut terus terjadi, maka masyarakat setempat akan manja dengan anggapan bahwa sampah yang mereka buang secara sembarangan akan dibersihkan oleh para relawan. Oleh karena itu, kita perlu membangun kesadaran diri dari terkait dengan sampah yang kita produksikan,” ujar Ibu Dina Putu Ayu K., S.Pd., guru Biologi SMAK Santo Paulus Jember sekaligus penggagas relawan peduli sampah.

Jadi, jangan sampai sampai tema evolusi dalam Jember Fashion Carnaval (JFC) tahun ini menjadi semboyan belaka. Yuk, jadikan setiap gelaran JFC sebagai momen untuk kita berubah dan semakin peduli pada Bumi!

Jurnalis:

Patricia Lorenza Handoko Kelas XI-3

Kaysa Clearesta Yukhi Kelas XI-2

Immanuel Revo Tanus Kelas XII MIPA 2

Foto:

Immanuel Revo Tanus Kelas XII MIPA 2

Alvin Reiko Hoetama X-7

Yessamine Lea Santoso XI-7