Melepas Penat walau Sejenak

Refreshing setelah ujian?? YUK SIMAK!

Hello SaintPaulerss! Tidak terasa satu minggu berlalu. Masa-masa ujian pun berakhir. Setelah penat ujian yakali ga refreshing! Harus happy happy ga sihh?

Membahas refreshing, kelas sebelas baru saja menjalani agenda terbarunya. Jumat, (6/12/2024), mereka mengunjungi Kampung Wisata Belajar Tanoker Di Ledokombo. Sedari pagi mereka telah bersemangat untuk berkumpul dan bergegas menaiki kendaraannya. Hari itu mereka difasilitasi dengan naik truk tentara. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh menit, mereka pun tiba di tujuan. Penasaran seperti apa tempatnya dan apa saja keseruannya? Yuk kita simak!

Saat pertama memijakkan kaki di Kampung Wisata Tanoker, para murid kelas XI disambut ceria oleh kakak cantik nan gemas dari Ledokombo. Para murid diberi sebuah janur kuning melengkung yang dibuat seperti mahkota. Kampung Wisata Tanoker ini begitu asri dan adem. Maka, tak lupa mereka diberikan lotion antinyamuk supaya tak bentol-bentol selama berkegiatan.

Yes, yes, yes! Akhirnya, memasuki aula! Kami disambut semakin meriah oleh kakak-kakak asal Ledokombo. Sebelum berkegiatan, tak lupa kami mengawalinya dengan doa yang dipimpin oleh Bruder Yohanes Suparno, O.Carm. Setelah khusyuk berdoa, tibalah saatnya kita bersenang-senang!

Kini tiba saatnya Bapak Supoharjo mengenalkan sejarah sebuah Kampung Wisata Tanoker yang merupakan rintihan karyanya bersama sang istri, Farha Ciciek Abdul Kadir Assegaf. Beliau juga memaparkan bagaimana permainan tradisional egrang begitu marak di kalangan masyarakat Ledokombo.

Bapak Dr. Ir. Suporahardjo, M.Si. juga menunjukan tiga video mengenai sejarah terbentuknya Kampung Wisata Tanoker. Rupanya, Tanoker terbentuk secara tiba-tiba tanpa persiapan apapun. Pada tahun 2009, Bapak Suporahardjo seusai menempuh pendidikan S3, beliau memutuskan untuk pulang kampung ke Jember. Saat Pak Suporahardjo sampai di kampung halamannya, ia melihat banyak anak kecil yang hidup tanpa orang tua dan kurang beruntung sehingga tidak dapat mengenyam pendidikan yang layak. Bapak Suporahardjo yang merasa kasihan, kemudian membuat kampung halamannya sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak yang kemudian diberi nama Tanoker.

“Tanoker dapat memberi banyak manfaat bagi desa kami, ada yang menjual cenderamata, ada juga yang menyediakan homestay bagi yang ingin menginap,” ujar Bapak Suporahardjo selaku Pembina Tanoker.

Kembali lagi ke acara kita hari ini, para murid mendapatkan empat aktivitas dalam selang waktu kurang lebih dua jam. Di antara aktivitas tersebut terdapat permainan musik dari bambu, egrang, gobak sodor, dan bakiak. Setelah mereka bermain, terdapat makanan berupa nasi tampah yang berisi campuran nasi putih dan nasi kuning, serta lauk yang terdiri atas telur, tempe laos, sayur mayur, dan sambal.

Seperti itu lah setengah hari mereka di Ledokombo. Pastinya, banyak hal yang dapat mereka temukan. Mulai dari jenis permainan tradisional, contoh alat musik traditional, cara menggunakannya, dan singgah di tempat sejuk dan asri.

“Saya senang karena para murid senang.  Murid dapat berekspresi dan bermain bersama setelah ujian,” ujar Goodman Siadari, S.Pd., M.Pd. selaku Koordinator P5 Kelas 11.

Nah, kelas sebelas sudah refreshing dan membagikan pengalamannya. Kalau teman-teman yang lain, bagaimana sih refreshing setelah PAS. Dengar-dengar, kelas 10 tidak mau tertinggal nih! Stay tune di artikel-artikel selanjutnya yaa!

Jurnalis:

Jennifer Evelyn Kelas XII MIPA 1

Sevira Maria Angelica Putri Kelas XI IPS 1

Immanuel Revo Tanus Kelas XI MIPA 1

Foto:

Immanuel Revo Tanus Kelas XI MIPA 1

Christophorus Raditya Herliano Kelas XI MIPA1