Lika-Liku Kegiatan di Ruang Gamelan

Eyyow, SaintPaulers! Selamat datang kembali di tur virtual SMA Katolik Santo Paulus Jember! Kali ini, kami akan membawa kalian menjelajahi sebuah ruangan unik yang penuh dengan kehangatan budaya lokal. Bayangkan aroma khas kayu, alunan gending Jawa, dan nuansa tradisionalnya! Ruangan ini benar-benar menggambarkan kekayaan budaya Jawa. Penasaran seperti apa keindahannya? Yuk, simak perjalanan seru kita kali ini sampai habis!

Nah, ruangan yang bernuansa kebudayaan Jawa ini adalah Ruang Gamelan! Ada yang menarik, loh di ruangan ini! Di dalam Ruang Gamelan tentu saja ada alat musik gamelan yang rutin dimainkan setiap hari Senin dan Jumat oleh Tim Khusus Karawitan kelas X dan XI. Selain itu, ada pula wayang kulit yang beragam bentuk. Wayang inilah yang digunakan untuk pagelaran wayang kulit.

Gamelan dan wayang kulit sangat digemari oleh salah satu guru Bahasa Jawa di SMA Katolik Santo Paulus Jember, yaitu Bapak Sumarno S.Pd atau kerap dipanggil Pak Marno. Beliau sangat antusias dalam mengekspresikan minat bermain gamelan dan wayang kulit. Para murid yang mengikuti Tim Khusus Karawitan ini sangat terinspirasi oleh Pak Marno. Berkat bimbingannya, para murid dapat lebih percaya diri dalam mengekspresikan minat mereka. Wah beliau keren banget, ya?

Eitss tunggu dulu, gak cuma itu! Ruang Gamelan biasanya juga digunakan sebagian murid yang beragama Muslim untuk melaksanakan ibadah bersama dengan Pak Marno. Kombinasi seni dan spiritualitas di tempat ini menjadikan Ruang Gamelan sebagai ruang yang sarat makna.

‘Ehh, denger-denger ruang gamelan ini mistis yaa? Ada penunggu atau hantunya? 😣’ Walau sempat beredar nih rumor tentang ruang gamelan dari para murid, namun Pak Marno menepis semua itu.

“Ruang gamelan mistis itu HOAX! Selama berada di ruang gamelan, saya belum pernah merasakan kejadian mistis seperti itu,” ungkap beliau.

Bagaimana, SaintPaulers? Sudah terbayang betapa kerennya Ruang Gamelan di SMA Katolik Santo Paulus Jember ini, kan? Tidak hanya sebagai tempat seni, ruangan ini juga menjadi simbol keberagaman dan harmoni. Sampai jumpa di tur berikutnya yang gak kalah seru! Bye bye!

Jurnalis:

Patricia Lorenza Handoko Kelas X5

Angelique Priscilla Wijaya Kelas XI IPS 3

Patricia Daniella Damayanti Kelas XI IPS 2

Foto:

Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas X3

Angelique Priscilla Wijaya XI IPS 3