Kunjungan Yayasan ke Sekolah

Haloo SaintPaulers! Sejak hari Senin (15/09/2025) sampai Kamis (18/9/2025), suasana SMA Katolik Santo Paulus beda banget, guys! Selama empat hari tersebut, Yayasan Sancta Maria Malang melakukan visitasi langsung ke sekolah kita untuk melihat kualitas guru dan karyawan. Tes ini bukan cuman sekadar formalitas lho, tetapi Yayasan rutin melaksanakan penilaian tiap 2–4 tahun sekali untuk memastikan semua guru dan staf bekerja sesuai standar.

Salah satu narasumber, Bruder Antonius Mungsi, O.Carm. menjelaskan bahwa tujuan utama dari penilaian ini adalah sebagai syarat kenaikan pangkat kepegawaian. Selain itu, penilaian juga bertujuan untuk memantau kualitas guru dan karyawan, menemukan persoalan yang dihadapi, serta memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan pribadi dan kinerja mereka.

“Pertama-tama sebagai syarat kenaikan pangkat Kepegawaian Yayasan Sancta Maria Malang. Para guru dan karyawan nilainya harus baik. Kedua, untuk memantau dan memastikan kualitas para guru pun karyawan yang tentu sangat mendukung kualitas sekolah,” jelas Bruder Antonius Mungsi, O. Carm., M.Pd.

Gokil banget, kan? Rupanya untuk memantau kualitas para pegawainya, Bruder Mungsi dan Drs. Ireneus Solawene, S.H. langsung turun ke lapangan lho untuk melihat sendiri bagaimana guru mengajar di kelas. Yayasan ingin melihat langsung gimana skill guru mulai pedagogi mengajar, penyajian materi, pengelolaan kelas, manajemen waktu dalam pembelajaran, sampai seberapa menarik dan menyenangkannya metode pengajaran.

Selain mengecek performa, kunjungan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Yayasan Sancta Maria dengan pegawainya yang ada di SMA Katolik Santo Paulus. Mereka nggak cuma dinilai aja guys tapi juga diajak untuk duduk bareng, ngobrol, dan cari tahu kendala yang dihadapi para guru dan staf.

Sudah jelas dong, tindakan ini membuktikan kalau penilaian yang dilaksanakan bukan buat pengukuran semata, tetapi juga untuk mengevaluasi serta membina para pegawainya.

“Yang diharapkan adalah makin meningkatkan profesionalitas dalam mengajar dan mendidik murid agar murid lebih berilmu dan berakhlak. Dalam realita, guru menilai murid, tetapi guru juga dinilai oleh yayasan sebagai pemilik sekolah agar kualitas sekolah betul-betul dijaga dan makin mendapat kepercayaan dari orang tua/masyarakat,” ujar Bapak Iren.

Begitulah guys penilaian terhadap guru dan karyawan di tahun 2025 ini. Semoga kegiatan ini dapat membantu sekolah buat mengidentifikasi tantangan-tantangan yang nantinya akan dihadapi bersama sehingga mutu pendidikan akan lebih terjaga!

Jurnalis:

Michelle Kaylyn Nathania X-5/18

Patricia Lorenza Handoko XI-3/26

Foto:

Joshua Budi Hariyanto X-1/19

Nathania Sophie X5/21