
“Di sekolah memang banyak perbedaan, tapi kita tidak menganggap itu sebagai penghambat.”
Helloowww SaintPaulers! Tahu gak sih kalau SMA Katolik Santo Paulus Jember itu terkenal sebagai salah satu sekolah yang paling toleran lho! Nah pas banget nih, SMA Katolik Santo Paulus Jember baru saja mendapat kunjungan dari Forum Kerukunan Umat Beragama atau dapat disingkat FKUB. Acara ini diselenggarakan di Kapel SMA Katolik Santo Paulus Jember pada hari Kamis (24/07/2025) tepatnya pukul 10.00 WIB. Tujuan dari kunjungan ini adalah melakukan komunikasi lintas agama, bersilaturahmi dengan para guru maupun murid, serta menjaga keharmonisan antar umat beragama di SMA Katolik Santo Paulus Jember.

Pasti banyak yang bertanya-tanya, ‘emangnya acaranya ngapain aja? Pasti bosenin ya?’ EITSSS, acaranya kemarin itu ternyata asyik banget lho! Dimulai dari doa pembuka yang dipimpin oleh Romo Kristoforus Rawi, S.Fil, M.Th, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMA Katolik Santo Paulus Jember, Bruder Nuryatmaja Gora Pawana, S.Pd., M.Si. Eitss, nggak ketinggalan juga sambutan oleh Prof. Dr. Kasman M.Fil.I selaku wakil ketua FKUB. Meskipun perwakilan di FKUB hanya ada 5 agama, mereka tetap menjalankan misi untuk menciptakan kedamaian dan toleransi antar umat beragama lho!

‘Emangnya siapa saja sih yang hadir di acaranya? Hanya guru?’ Tidak dong! Sebagai salah satu sekolah yang menjunjung tinggi toleransi beragama, SMA juga memberikan ruang bagi para muridnya untuk berkembang tanpa ada batasan agama. Ada enam murid yang hadir di kapel sebagai perwakilan tiap agama nih! Ada yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Islam, dan Konghucu. Hal ini lah yang membuat SMA kita dipandang spesial, termasuk oleh Prof. Dr. Kasman M.Fil.I selaku wakil ketua FKUB.
Bagaimana tanggapan Prof. Dr. Kasman M.Fil.I selaku wakil ketua FKUB mengenai toleransi antar umat beragama di SMA Katolik Santo Paulus Jember?

“Dua kata, luar biasa!”
Nahh, dari tanggapan tersebut, bisa disimpulkan bahwa meskipun para guru dan murid di SMA Katolik Santo Paulus Jember menganut agama yang berbeda-beda, para guru dan murid masih memiliki kesadaran untuk menerapkan toleransi antar umat beragama. Wahh, keren banget, kan?
Dari kunjungan FKUB ini, kita semua dapat belajar untuk saling menghargai sesama dan tidak mendiskriminasi antar umat beragama. “Dilige et quod vis fac – Cintailah apa yang kau inginkan.” Manusia bebas memilih dan menganut agamanya masing-masing. Oleh karena itu, menganut suatu agama adalah hak hidup manusia pada umumnya.

Semoga rakyat Indonesia bisa terus menjalin hubungan yang harmonis meskipun memiliki banyak perbedaan.
“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4: 7-8)
See you next time~👋
Jurnalis:
Angelique Priscilla Wijaya Kelas XII IPS 2
Clarrence Nathania Hadi Kelas XII MIPA 1
Foto:
Dayvin Hubert Senjaya Lianto Kelas XII IPA 2
Kayren Lie Sasongko Kelas XI-2






