
“Halo Pak, maaf sinyal saya susah” atau… “Bu, maaf jaringan lemot tadi.”
Ingat nggak dengan suara-suara khas itu – masa-masa: The online school is back? Tapi, ini hanya berlaku di kawasan Jember dan sekitarnya aja yaa, Sob! Nah, karena adanya kebijakan sementara pemberlakuan sekolah daring dari pemerintah daerah, sejak Selasa (29/07/2025) hingga Jumat (01/08/2025), semua murid SMA Katolik Santo Paulus Jember juga memberlakukan kegiatan pembelajarannya secara daring, termasuk dengan kegiatan kelompok, Sob! Okayy, kita sepakat untuk mengganti istilahnya dengan wfh a.k.a work from home ~ sepertiyang saat ini lagi trend nih!

Pastinya ada perbedaan dong ya jika kita kerja kelompok secara tatap muka dan secara daring. Kalau kita membandingkan antara kerja kelompok secara daring dan luring, tentu saja kita tidak bisa memungkiri bahwa suasana kerja kelompok secara tatap muka lebih seru, lebih hidup, dan lebih komunikatif, ya, guys. Soo, Kira-kira apa sih kesusahan para murid selama kerja kelompok secara daring?
“Selama kerja kelompok secara daring, kendalanya ada anggota yang slow respon. Kan kerja kelompoknya cuman lewat chat di Whatsapp. Beberapa anggota kelompok uda diskusi di grup tapi ada anggota yang ga jawab di WA. Selain itu, deadline-nya juga mepet banget,” jawab Gracianna Putri Dewantara.
Wah bener si – kalau ada teman yang slow respon itu pokoknya bikin emosi deh, apalagi kalo uda di-spam tapi tetep ga bales. Siapa di siniyang suka gitu? Hayo, jangan gitu yaa!
Eitss, ternyata kerja kelompok secara daring nggak cuma punya sisi negatif lho. Namun, juga punya sisi positif. Sisi positifnya apa? Sisi positifnya dapat mengajarkan kita untuk belajar sabar, berusaha untuk saling mengerti karakter teman kita, dan mau berdamai dengan kondisi.

Inget guys, di setiap peristiwa dalam kehidupan pasti punya sisi baik, ga sihh? Sepakat ya? Yuk, kita coba ulik nih, apa sih sisi baik darikerja kelompok secara daring?
“Saat pembelajaran daring, kita bisa berdiskusi dari rumah tanpa perlu pergi ke sekolah. Jadi, lebih hemat waktu dan tenaga. Karena kita juga sudah terbiasa menggunakan G-meet, GDocs, dan Canva saat covid dan juga saat pembelajaran di sekolah, kerja kelompok secara daring bukan lagi masalah,” ungkap Christophorus Raditya Herliano. Itu dia, sharing-sharing tipis dari teman kita.
Wah ternyata, kerja kelompok lewat daring, juga mendukung kita untuk kreatif ya, guys. Gimana nih SaintPaulers? Jadi, kamu tim luring or daring?? Kasih tau kami ya! Until we meet in the next article, papayyy!
Jurnalis:
Cyrilla Levina Kuswanto Kelas XII MIPA 2
Charlie Monica Liadi Kelas XII MIPA 3
Foto:
Clarrence Nathania Hadi XII MIPA 1/






