Episode 1: Hari Pertama di Masa Prapaskah

Hii.. Hii.. Hii!

Siapa yang masih belum move on dari vibes Natal 2023? Aduhh, Natal sudah berlalu kawan-kawan. Saatnya, kita memasuki masa Prapaskah. OMG! cepet banget ngga sihh?? Mau ngga mau, kita harus move on dari suasana Natal yang penuh suka cita ini.

Nah, awal masa Prapaskah selalu ditandai dengan apa, kawan? Hayoo.. Hayo.. Yup! Tentu, dengan penerimaan abu. Sudah pada tau belum nih tentang hari istimewa yang satu ini? Belum?? Yuk, simak artikel kali ini.

Hari Rabu Abu adalah hari di mana umat Katolik menerima abu pada dahi mereka. Dilansir dari laman Katolisitas.org, Rabu Abu adalah hari pertama masa Prapaskah. Hal ini menandai bahwa kita memasuki masa tobat 40 hari sebelum Paskah. Nah, Gereja Katolik menerapkan puasa ini selama 6 hari dalam seminggu. Maka, masa puasa berlangsung selama 6 minggu ditambah 4 hari, sehingga genap 40 hari. Dengan demikian, hari pertama puasa jatuh pada hari Rabu. Sebab, Paskah terjadi di hari Minggu, dikurangi 36 hari alias 6 minggu, lalu dikurangi lagi 4 hari, lalu dihitung mundur, dan jatuh pada hari Rabu.

Hmm.. Tapii.. Mengapa Rabu Abu identik dengan pemberian “abu”? Dalam agama Katolik, abu adalah tanda pertobatan. Bahkan, di Kitab Suci cukup sering mengisahkan abu sebagai tanda pertobatan. Selain itu, abu yang akan diterima oleh umat Katolik mengingatkan bahwa kita ini diciptakan dari debu tanah (Kej 2: 7), dan suatu saat nanti kita akan mati dan kembali menjadi debu. Oleh karena itu, pada saat menerima abu di gereja, kita mendengar ucapan dari Romo, “Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil”. Ucapan inilah yang mengingatkan umat Katolik untuk merenungkan keterbatasan manusia dan pentingnya pertobatan dalam menjalani hidup. Maka dari itu, kalau datang misa Rabu Abu dijawab dengan lantang, ya. “Amin”, begitu, kawan-kawan.

Jadi, meskipun suasana Natal yang penuh sukacita telah berlalu, masih ada perayaan khusus lainnya salah satunya adalah Rabu abu. Perayaan dan momen penting di hari Rabu Abu ini mengingatkan umat Katolik akan pentingnya refleksi spiritual dan kesiapan diri untuk menyambut Paskah.

Semoga melalui perayaan Rabu Abu dan masa Prapaskah ini, kita semua dapat memperdalam pengalaman iman, memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta menemukan kedamaian dan keberkahan dalam menjalani hidup.

Tuhan memberkati dan sampai jumpaa!

Jurnalis:

Hildegardis Raras Kelas XI MIPA 3

Illustrator:

Nicole Imanuella Christiono Kelas X MIPA 2