E-sport is a Sport Too

Hai hai, sobat setia web! Kalian pastinya udah ga asing lagi sama salah satu ekstrakurikuler ter-zaman now kami: E-Sports. Kali ini, ekstrakurikuler e-sports yang pembinanya adalah Bapak Gilang Kurniawan, S.Pd. mengundang organisasi E-sports Indonesia atau ESI Kabupaten Jember untuk mengadakan sosialisasi di SMAK Santo Paulus. Kurang keren apa coba? Baca sampai habis, yaa!!

Pada hari Selasa (24/10/2023), murid-murid ekskul e-sports berkumpul di aula untuk menyambut dan menerima materi dari abang-abang ESI. Di sini, para murid diberi materi mengenai gambaran prospek kerja dalam bidang e-sports, sejarah, dan perjalanan e-sports dari awal, viral, hingga detik ini. Cabor e-sports sendiri ternyata baru diakui di Indonesia pada tahun 2020. Maka dari itu, ESI sebagai federasi e-sports di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berperan untuk menyebarluaskan e-sports yang masih baru di Nusantara ini. Salah satunya dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Pada tanggal 25-27 Agustus 2020, KONI mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat 2020 yang berlangsung secara virtual. Dalam rapat tersebut, ditetapkan bahwa esports diakui secara resmi sebagai sebuah cabang olahraga prestasi di Indonesia oleh Kemenpora dan KONI. Ada 5 cabang olahraga e-sports yang diakui oleh Kemenpora dan KONI di antaranya: Mobile Legends: Bang Bang, Garena Free Fire, PUBG: Battlegrounds, eFootball, dan Lokapala.

Selain itu, ESI juga berperan dalam memilih pemain-pemain yang berpotensi dan kompeten untuk dikirimkan ke kejuaraan yang lebih tinggi mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat Asia.  “Tapi ada batasan usianya juga, yaitu usia 17-22 tahun kalau untuk porprov. Karena di usia itu, otak player lagi encer-encernya,” kata Mas Satria Hary Septianto, salah satu pengurus ESI Kabupaten Jember.

Menurut beliau, ESI juga ikut ambil bagian dalam membantu para remaja dan orang dewasa untuk menjadi lebih sedikit liar dalam hal bermain dan lebih mahir dalam mengatur waktu bermain mereka. “E-sports selain melatih otak juga dapat memberikan manfaat secara umum kalau dimanfaatkan secara displin, misalnya mengharumkan nama baik keluarga dan sekolah,” ucap Mas Satria.

Ada beberapa cara dari ESI untuk mengubah stigma masyarakat mengenai e-sports yang dikenal negatif, di antaranya mengadakan sosialisasi, mengadakan turnamen, dan memberitahukan kepada masyarakat luas tentang prestasi yang telah dibawakan e-sports mulai dari tingkat regional hingga dunia. Di sisi lain, ketekunan yang berlebihan juga bisa mengakibatkan kecanduan sehingga memerlukan pendampingan orang tua.

Meski e-sports telah didominasi oleh player laki-laki, tidak menutup kemungkinan untuk para wanita juga. “Bagi yang perempuan jangan berkecil hati, ada juga e-sports khusus untuk kalian,” ucap Mas Satria. Perlombaan tim e-sports dibagi menjadi 2 kelompok yaitu perlombaan tim pria dan tim wanita. Mereka masing-masing akan bersaing dengan menunjukkan kemampuan bermain mereka dan kekompakan antar tim untuk menentukan siapakah yang akan menjadi juara.

Untuk para adik kelas yang ingin menjadi pro player, ada tips nih dari sesepuhnya. “Sering-sering bergabung dalam grup mabar buat cari temen mabar. Dan selalu humble di turnamen biar dapat koneksi,” ujar Enrich Jeconia kelas XII IPS 4. Dave Marcellino kelas XII MIPA 2 juga berpendapat bahwa e-sports tidak hanya permainan otak dan skill, tapi juga harus kuat mental.

Lalu, bagaimana nih dengan persiapan para pemain e-sport SMAK Santo Paulus saat akan menghadapi lomba?? “Kami cenderung berlatih jauh-jauh  hari sehingga di hari H, saya dan tim hanya sharing tentang turnamen tanpa latihan,” ujar Dave Marcellino kelas XII MIPA 2.

Sobat! Penasaran tidak sih dengan time management para atlet ini? Tidak bisa dipungkiri, time management yang baik dari para atlet sangat dibutuhkan untuk mengatur waktu belajar dan berlatih saat memasuki babak turnamen. Bila kita mampu mengatur waktu, tentu saja kegiatan ini tidak akan berdampak buruk terhadap pembelajaran.

Jurnalis:

Cheerly Tannia Hartono kelas XII MIPA 1/4

Immanuel Revo Tanus Kelas X MIPA 4/14

Charlie Monica Liadi Kelas X MIPA 3/5

Foto:

F.X. Darren Lie Kelas X MIPA 3/9

Maximus Lay  Kelas X MIPA 3/19

Immanuel Revo Tanus X MIPA 4/14