Dunia Kerja Itu Keras! Kok Bisa?

“Kira-kira nanti habis kuliah kita kerja apa ya?” Waktu nongkrong sama teman-teman sekarang kita sudah di titik deep talk soal masa depan. Kalau kita membahas soal pekerjaan, bekerja itu tidak hanya apa yang soal kita kehendaki tapi juga panggilan hidup. Maka dari itu sekarang para murid kelas XII mempelajari “Panggilan Profesi.” Tapi kalau belajarnya cuma di kelas pasti kurang afdal. Maka dari itu, kali ini para murid kelas XII melakukan pembelajaran di luar kelas lewat wawancara masyarakat sekitar SMAK Santo Paulus yang sudah turun ke dunia kerja. Pengalaman apa saja yang bisa didapat ya oleh para murid?

Belajar tidak terus menerus dengan materi dan pembelajaran formal di kelas. Kadang kala, belajar dari pengalaman orang lain itu justru merupakan ilmu yang mahal dan berharga. Murid-murid kelas XII belajar bahwa dunia kerja itu tidak semudah yang dibayangkan. Banyak hal terkadang tidak pernah dipikirkan. Dunia kerja itu keras!

Untuk tahu lebih dalam mengenai pengalaman-pengalaman narasumber dalam dunia kerja, ada beberapa pertanyaan yang harus diajukan nih! Ada pertanyaan tentang latar belakang pekerjaan, pengalaman dan tantangan, makna dan nilai, dan yang terakhir adalah harapan dan pesan. Setelah melakukan wawancara, para murid jadi belajar banyak tentang dunia kerja. Ada beberapa pekerja yang merupakan lulusan sarjana, namun tidak mendapatkan pekerjaan yang layak. Begitulah cara dunia bekerja. Penasaran gak sih, alasan di balik adanya tugas wawancara ini?

“Tujuan dari tugas wawancara ini adalah agar kalian, sebagai siswa, bisa lebih memahami secara nyata apa itu panggilan hidup dalam bekerja. Dengan bertemu langsung dan mendengarkan cerita dari para pekerja, kalian diajak untuk melihat bahwa bekerja bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga tentang tanggung jawab, pengabdian, dan bagaimana seseorang menjawab panggilan hidupnya melalui profesi yang dijalani. Harapannya hal ini juga mampu melatih empati dan kemampuan komunikasi anak. Harapan saya, kalian tidak hanya melihat tugas ini sebagai kewajiban sekolah, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar langsung dari kehidupan. Semoga melalui pengalaman ini, kalian semakin paham bahwa setiap orang punya peran penting dalam masyarakat, sekecil apapun pekerjaannya. Semoga lewat pengalaman belajar ini, kalian mulai merenungkan apa panggilan hidup kalian sendiri, serta bagaimana kalian bisa menjalaninya dengan penuh tanggung jawab dan hati yang tulus.” Ucap Bu Angelia Ovia Rinanda, S.Pd., selaku guru Religiositas

Melalui tugas wawancara ini, para murid kelas XII belajar bahwa bekerja bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga tentang menemukan arti, tujuan, dan panggilan hidup. Setiap profesi memiliki nilai, mulai dari perjuangan, dan pengabdian dalam menjalani pekerjaan. Lewat pengalaman ini menolong para murid untuk semakin siap melangkah ke masa depan, sehingga kelak mereka dapat menjawab panggilan hidup bekerja masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Akhir kata, ada pesan berharga yang disampaikan oleh bapak Juru Parkir kepada generasi muda terutama anak SMA. “Pesan dari saya untuk anak SMA, tetap rajin belajar, jangan patah semangat. Tantangan di masa sekarang berbeda dengan tantangan di masa depan. Yang terpenting bukan hanya status sarjana, tetapi sekarang yang dibutuhkan adalah skill. Kalau tidak punya skill, maka pasti akan kalah saing dengan yang lain,” terangnya kepada kami.

Jurnalis:

Clarrence Nathania Hadi Kelas XII MIPA 1

Cyrilla Levina Kelas XII MIPA 2

Foto:

Immanuel Revo Tanus Kelas XII MIPA 2