Cerita Sekantong Darah

Hey heyy SaintPaulerss… Apakah kalian tahu ada peringatan apa tanggal 1 Maret esok? Hmm… Ternyata ada peringatan Hari Palang Merah Remaja Indonesia, guys! Berhubung dengan itu, OSIS SMAK Santo Paulus punya cerita nih…

Pada hari Kamis (29/02/2024), OSIS SMAK Santo Paulus mengadakan donor darah gratis di aula SMAK. Acara ini diadakan mulai pukul 10.00 hingga pukul 13.00. Wow! Acara donor darah ini merupakan acara rutin SMAK Santo Paulus yang sempat terhenti karena adanya COVID-19. Tahun 2024 menjadi tahun pertama bagi SMAK Santo Paulus untuk kembali mengadakan donor darah setelah adanya pandemi. Yeay!!

OSIS SMAK Santo Paulus bekerja sama dengan PMI mengadakan acara donor darah. Tentunya, ada cukup banyak kriteria bagi mereka yang ingin mendonorkan darahnya, guys. Salah satu yang paling basic adalah umur minimal 17 tahun. Nahh, jadi kebanyakan murid yang mendonorkan darah adalah kakak kelas XI dan XII ya… Total murid yang tercatat untuk mendonorkan darahnya Kamis siang ini adalah 35 murid. Namun, tak semuanya berhasil mendonorkan darahnya, guys… Kembali lagi, banyak kriteria harus dipenuhi untuk bisa mendonorkan darahnya. Pendonor harus dalam keadaan sehat, tidak memiliki riwayat operasi 6 bulan terakhir, tekanan darah normal, hemoglobin normal dan memiliki berat minimal 45 kg. Jika pendonor merasa sudah memenuhi kriteria tersebut, pendonor dapat mengisi formulir yang disediakan oleh PMI dan bisa kembali melakukan cek tekanan darah dan hemoglobinnya sebelum mendonorkan darahnya.

Bagaimana jika ternyata ada yang tidak sesuai dengan kriteria? Mau tidak mau kalian tidak bisa mendonorkan darah kalian guys… Yah, sedih bangett. Namun, jika memang berniat untuk mendonorkan darah, kalian bisa melakukan berbagai usaha, loh! Seperti kata pepatah, “Ada banyak jalan menuju Roma”, tentu saja ada banyak cara untuk bisa memenuhi kriteria donor darah. Hehehe… Salah satu caranya ialah dengan mengonsumsi daging kambing, durian atau pil penambah darah. Eh, kambing? Yupp, ternyata kambing bisa meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya tidak diperbolehkan mengonsumsi daging kambing.

Ada satu cerita menarik dari ketua PMR SMAK Santo Paulus, Violet Zahirah dari kelas XI IPS 2. Ternyata, Violet sudah beberapa kali mencoba untuk donor darah namun tak pernah memenuhi kriteria. Akhirnya, Violet pun mengonsumsi pil penambah darah. “Sebenernya pingin banget donor darah. Tapi ngga pernah berhasil. Dan akhirnya sekarang ini baru bisaa. Seneng banget ini, akhirnya bisa donor darah”, ujar Violet. Sesusah itu ya guys hanya untuk mendonorkan darah…Ia juga memberikan beberapa tips nih. Semisal kalian pingsan setelah mendonorkan darah, penanganan pertama yang bisa kalian lakukan adalah dengan berbaring dan mengangkat kaki ke atas. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aliran darah dan udara ke otak.

Ternyata, tak hanya murid yang dapat mendonorkan darahnya loh! Guru-guru juga diajak untuk mendonorkan darahnya. Salah satu yang terkece adalah Romo Thomas Onggo.S,S.Fil.,M.Fil. Beliau ternyata sudah berkali-kali mendonorkan darahnya secara rutin. Bahkan, ada suatu saat di mana beliau dipanggil pula oleh PMI karena membutuhkan pendonor darah. Keren abiezz yeah.

Berkat jasa para penyelamat ini, sebanyak 28 kantong darah berhasil dikumpulkan. Benar-benar usaha tidak akan mengkhianati hasil, para pendonor mendapatkan souvenir selepas mendorongkan darah mereka. Namun, tidak hanya itu kebahagiaan yang didapatkan. PMI juga sangat terbantu dengan ketulusan hati para pendonor.

Teman-teman tau gak, ada pahlawan lain yang turut membantu donor darah kali ini yaitu anak-anak PMR SMAK Santo Paulus. Kira-kira gimana ya pengalaman mereka?

Sebelum itu kita kenalan dulu sama salah satu anak PMR dari kelas X MIPA 4, Clarissa Jocelyn Hamaziah. Ia bertugas di meja pendaftaran untuk memandu para murid serta guru-guru untuk mengisi formulir dan mengisi berat badan. Sebagai pengalaman pertamanya menjadi panitia donor darah, gimana ya perasaan temen kita ini? “Perasaanku pertama agak gugup karena baru pertama kalinya jadi panitia donor darah. Cuman,lama kelamaan ya sudah lumayan ngerti pekerjaannya ya. Jadi agak rileks gitu.”

Selain itu apa saja ya jobdesk anggota PMR? Mereka bertugas untuk melakukan screening dan juga membagikan souvenir. Keren banget kan? Di tengah sibuknya pelajaran, mereka menyempatkan waktu yang mereka belajar untuk menjadi pahlawan-pahlawan muda.

Nah, teman-teman yang sudah memenuhi syarat untuk mendonorkan darah, mari kita melakukan donor darah! Karena setetes darahmu sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. See youu!

Jurnalis:

Jonita Shaquandra Kelas XI MIPA 4

Cyrilla Levina K Kelas X MIPA 1/03/12251

Patricia Danella Damayanti Kelas X IPS 1

Foto:

Clarrence Nathania Hadi X MIPA 2

Immanuel Revo Tanus X MIPA 4