Metode Belajar Matematika: AMATIRPM

Ide metode belajar matematika untuk murid “AMATIRPM” saya lontarkan ketika murid-murid SMA Katolik Santo Paulus Jember oleh Pemerintah Kabupaten Jember dalam hal ini oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menghimbau aga para murid belajar mandiri dari rumah dan guru mengajar secara online. Kebijakan tersebut untuk menjaga kesehatan para murid guru dan karyawan agar terhindar dari penularan Corona Virus yang telah Pandemi disebut dengan Pandemi Covid 19 sejak pada bulan Maret 2020.

Untuk mempermudah dan juga agar murid menarik untuk belajar matematika maka saya berpikir “saya harus mengajari murid bagaimana cara murid untuk belajar matematika” berdasarkan pengalaman dan cara saya mengajar muncul ide metode AMATIRPM adalah salah satu cara untuk membantu murid belajar matematika. Adapun langkah-langkah cara belajar matematika AMATIRPM yang dilakukan murid adalah sebagai berikut:

1. Melakukan Pengamatan (AMATI). Kegiatan yang dilakukan murid adalah mengamati dengan hati senang (kondisi belajar dirancang komunkatif yang bersahabat) sehingga murid mudah memahami tentang konsep, definisi, rumus, dan contoh soal matematika yang disajikan guru ataupun sumber lain yang dipelajari murid. Indikator murid telah melakukan pengamatan dengan benar adalah murid dapat menceriterakan kembali apa yang telah dilihat dan diamati dengan lancar. Contohnya untuk pengamatan definisi logaritma, murid dapat paham istilah dan syarat yang ada dalam logaritma. Misalanya suatu logaritm bilangan pokoknya a, numerusnya b dan hasilnya x. Jika ditanya ke murid ” Apa syarat agar suatu logaritma ada nilainya?” diharapkan murid mampu menjawab dengan benar syarat bilangan pokok a dalah harus bilangan real yang positif dan tidak boleh bernilai satu. Untuk numerus b syaratnya adalah bilangan real yang positif. Hasil logaritma x adalah bilangn real (boleh negatif, nol dan positif). Jika dilnjutkan dengan pertanyaan dasar lagi tentang logaritma: Bagamaina cara mengubah bentuk logaritma ke bentuk eksponen maka murid berdasarkan pengamatan dapat menjawab dengan baik bentuk eksponen dari logaritma adalah numerus sama dengan bilangan pokok logaritma dipangkatn hasil logaritma. Jadi murid dalam melakukan pengamatan berhasil membaca simbol matematika dengan benar dan juga memahami makna dari simbol-simbol tersebut.

2. Melakukan Kegiatan Meniru (TIRU). Belajar itu tidak bisa terlepas dari kegiatan meniru (meniru yang positif bukan meniru ulangan pekerjaan teman atau mencontek ketika ulangan). Apa yang ditiru dalam belajar matematika? yang ditiru adalah bentuk penulisan yang benar posisi pangkat ditulis benar pada posisi pangkat artinya murid meniru dengan benar penulisan suatu rumus lengkap dengan penulisan operasi dari simbol-simbol rumus. Untuk penulisan rumsu tidak benar atau keliru sudah dapat dipastikah hasilnya adalah salah.
3. Melakukan Kegiatan Praktek (Praktek). Kegaiatan praktek dalam belajar matematika adalah kegiatan tidak bisa dipisahkan karena tuntutan belajar matematika murid dapat mengerjakan ulang soal matematika berdasarkan konsep, definisi dan sifat dari materi yang telah dipelajari. Setiap pembelajaran matematika waktu yang disedian untuk murid agar berlatih secara individual.

4. Melakukan Kegiatan Belajar Mandiri (Mandiri). Puncak kegiatan metode belajar matematika AMATIRPM adalah kemandirian murid (Mandiri). Murid dalam hal ini diharapkan mampu berinovasi dengan cara memodifikasi apa yang telah dipelajari lewat pengamatan, meniru dan praktek tersebut. Metode Mandiri dalam belajar matematika adalah kemampuan murid untuk memahami dan melakukan dan mempraktekkan dengan benar bahwa bilangan, bentuk atau persamaan matematika dapat dibuat ekuivalen (setara atau senilai). Pendidikan matematika sejak SD telah dikenalakan dan diajarkan guru ke murid konsep bilangan pecahan yang senilai. Proses yang harus sering dilatih dengan teliti dan kemauan melakukan modifikasi dan inovasi belajar matematika adalah mengubah suatu bentuk dalam hal ini bisa bentuk : bilangan, operasi matematika, persamaan aljabar, persamaan trigonometri, persamaan eksponen dan logarima, juga bentuk bidang gambar dalam bangun ruang tetapi tidak mengubah nilainya. Para murid dimotivasi untuk mampu melalakun mengubah bentuk tetapi tidak boleh mengubah nilai suatu pernyataan matematika. Karena proses penyelesaian matematika arahnya selalu mengubah bentuk dari yang telah diketahui tetapi tidak mengubah nilainya.

Diharapkan murid mampu menerapkan cara belajar matematika AMATIRPM untuk meningkatkan daya nalar, prestasi dan kepribadian murid dari saat ini dan di hari yang akan datang.