
Hey hey social club!!
Siapa di sini yang arek IPS sejati?? Hmm…kayaknya jiwa arek IPS belum kelihatan kalo ga belajar Sosiologi. Nah, buat arek-arek IPA yang masih bingung, kira-kira apa sih Sosiologi itu? Sosiologi adalah ilmu sosial yang mempelajari masyarakat, interaksi sosial, dan pola-pola perilaku manusia dalam berbagai konteks sosial. “Wah, kalo ilmu sosial, berarti Sosiologi sering dapet tugas berkelompok dong?”. Yup! Bener banget. Beberapa hari belakangan ini, arek-arek IPS kelas X sibuk mengerjakan project kelompok Sosiologi mereka yang berupa video lohh.
Apa sih yang dibahas dalam video mereka? Nah, tema yang mereka pelajari saat ini adalah tindakan sosial. Tindakan ini mencakup tindakan rasional instrumental, tindakan berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afektif. Tindakan sosial tersebut merupakan tindakan pribadi yang memiliki makna subjektif bagi seorang individu yang diarahkan pada orang lain (Nurmayanti, 2016). Dari sudut pandang sosiologi, kita diajarkan untuk mengerti maksud dan makna dari seseorang melakukan tindakan. Dari sosiologi, kita diajarkan untuk bersosialisasi dengan masyarakat disekitar kita.
Nah sekarang kita kenalan dulu yuk sama guru pengajar Sosiologi! Beliau adalah Bapak Samuel Inrik Zona, S.Pd. atau yang kerap disapa Pak Sam! Beliau ini kalau mengajar gamblang banget loh penjelasannya! Tak heran, banyak anak-anak menyukai pelajaran Sosiologi!
Yuk kita tanyakan pada Pak Sam, apa sih tujuannya memberi project video serentak bagi murid? “Karena project ini bagian dari tugas akhir Sosiologi, yang mana Sosiologi terdiri dari dua bab. Diharapkan para murid bisa mengcover keseluruhan isi materi dalam satu project dengan kreativitas mereka masing-masing” ujar Pak Sam.
Harapannya adalah agar para murid dapat membangun chemistry dalam kelompok! Dapat bekerja sama satu sama lain dan saling membantu. Selain itu juga, Bapak Sam memiliki harapan agar muridnya dapat mengimplementasikan bentuk tindakan sosial karena mereka telah mempelajari ilmu Sosiologi yang di dalamnya telah mempelajari ilmu kemasyarakatan. Psikomotorik akan menjadi sebuah kriteria penilaian, sebagaimana murid dapat mengedepankan kreativitas, komunikasi lewat diskusi dan inovasi.

Keren poll kan guyss! Hmm…kayaknya kalo cuman dengerin pendapat dari pak Sam kurang lengkap nih. Kira-kira gimana yaa pendapat dari arek-arek IPS sebagai pelaku dari project ini?
“Pendapatku project-nyaseru. Soalnya kan bikinnya bareng temen sekelas. Jadibisa lebih akrab, terus juga bisa ngeluarin banyak ide kreatif dan menambah ilmu sehingga bisa tahu tindakan sosial mana yang biasa dilakuin. Tapi, kadang ada yang kalo diajak diskusi itu keluar topik dan ga serius. Kadang juga banyak ngasih ide segala macam tapi ya kayak nggak mau ngelakuin gitu,” ujar Jessica Ayu kelas X IPS 2.
Jika dari sudut pandang Yoel Marvin Alonzo dari kelas ONEPIS atau X IPS 1, kegiatan ini sangat menyenangkan karena dapat belajar di luar ruangan. “Kalau aku sih senang karena bisa keluar saat pelajaran. Tentu saja tujuan kita adalah mengerjakan tugas. Tetapi berdasarkan pengalamanku, jika dilakukan di luar ruangan maka kita akan lebih memahami materinya karena sekalian melakukan tindakan sebagai praktik,” ujar Yoel saat diwawancara.
Wiii ternyata banyak banget yaa hal positif dari project ini. Namun, yang namanya project berkelompok pasti ada problem yang harus dihadapi. Jangan patah arang ya kawan-kawan!! Semangat arek-arek IPS kelas X!!
“Sociology was born of the modern ardor to improve society” -Albion Woodbury Small
Jurnalis:
Sevira Maria Angelica Putri Kelas X IPS 3/25
Sherly Octavia Pangestu Kelas X IPS 2/25
Patricia Danella Damayanti Kelas X IPS 1/22
Foto:
Anantha Vincarosa Khoe Kelas X IPS 2/2







