
Halo teman-teman semua. Siapa nih yang di sini bosen kalau pelajaran yang ada cuman materi aja? Atau ada ga sih teman kalian yang selalu minta praktikum sama guru-guru? Nah, pada Jumat (18/11/2024) dan Selasa (19/11/24) kemarin para murid kelas XI MIPA 3 melakukan praktikum. Tak tanggung-tanggung, mereka melakukan 4 praktikum Laju Reaksi dan 1 praktikum Termokimia. Bayangkan guys, gimana hebohnya mereka ya. Dalam kurun waktu 2 jp, mereka diharapkan dapat melakukan lima praktikum. Keren abiezzz gak itu ya?? Jadi, untuk menyelesaikannya, mereka harus benar-benar cepat dan sat set. Tapi namanya kenyataan kadang nggak sesuai dengan harapan ya teman-teman. Kami ternyata tidak mampu untuk menyelesaikan kelima praktikum tersebut sesuai dengan waktu yang sudah dialokasikan. Maap ya Bu 🥹🥹🥹. Penasaran gak sih bagaimana kesibukan kami? Yuk kita simak satu-satu!
Untuk praktikum Laju Reaksi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengamati pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi dengan mereaksikan larutan HCL konsentrasi yang berbeda-beda dengan batu pualam. Para murid akan menuangkan larutan HCL ke dalam tabung reaksi, lalu memasukkan bongkahan batu pualam ke dalam balon-balon. Setelah itu, mulut balon dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Namun, batu pualam yang ada jangan sampai terjatuh dulu ya. Langkah terakhir yaitu memberdirikan balon dan mencatat waktu berlangsung reaksi. Pengamatan ini dimulai saat bongkahan batu pualam masuk sampai balon bisa berdiri.
Praktikum Laju Reaksi yang kedua yaitu mengamati pengaruh suhu terhadap laju reaksi. Praktikum ini dilakukan dengan meletakkan gelas kimia 100 mL di atas kertas putih bertanda X. Lalu, para murid harus memasukkan 20 mL larutan Na2S2O3 0,1 M ke dalam gelas kimia dan mengukur suhunya. Larutan Na2S2O3 0,1 M yang ada ditambah dengan larutan 20 mL HCL 0,1 M sampai tanda X tidak terlihat dan mencatat waktunya. Para murid harus mengulangi langkah yang ada dengan larutan Na2S2O3 0,1 M yang suhunya berbeda-beda.
Praktikum Laju Reaksi yang ketiga adalah mengamati pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi. Sebenarnya, praktikum ini hampir sama dengan praktikum yang pertama lho friends. Perbedaanya terletak pada konsentrasi dan volume HCL yang sama pada setiap tabung reaksi yaitu 5 mL HCL 2 M dan perbedaan wujud batu pualam. Batu pualam yang dipakai ada 3 jenis yaitu bongkahan, serpihan, dan serbuk. Setelah menyiapkan semuanya, para murid harus memasukkan balon ke mulut tabung dan secara bersamaan memberdirikan semua balon. Tak lupa, para murid juga harus mencatat waktu berlangsungnya reaksi dimulai saat batu pualam masuk hingga balon dapat berdiri.

Praktikum Laju Reaksi yang terakhir yaitu mengamati pengaruh katalis terhadap Laju Reaksi. Pada praktikum kali ini, para murid menggunakan 3 tabung reaksi yang masing-masing diisi 5 mL larutan H2O2. Dengan bersamaan, para murid harus memasukkan 2 tetes larutan NaCl 0,1 M ke tabung reaksi nomor 2 dan 2 tetes larutan FeCl3 0,1 M ke tabung reaksi nomor 3. Dan jangan lupa untuk mengamati keadaan ketiga tabung reaksi ya. Gimana uda bosen ga? Belum dong, masih ada satu praktikum lagi yang harus dilakukan nih.
Praktikum terakhir yang dilakukan yaitu praktikum Termokimia yaitu praktikum tentang kalorimeter. Jadi kalorimeter adalah suatu percobaan untuk menentukan perubahan entalpi (delta H) suatu reaksi. Pada percobaan kali ini kami akan menghitung q reaksi dari suatu larutan yaitu larutan HCl 1 M dan NaOH 1 M. Pertama, kita harus mencampurkan 50 mL HCl 1 M dengan 50 mL NaOH 1 M ke alat kalorimeter. Jangan lupa diukur dulu ya suhu awalnya!
Lanjuttt, kita harus mengaduk sampai rata dan catat pertambahan suhunya. Ternyata, suhunya jadi tambah panas loh! Keren ya, seperti kita yang membutuhkan kehangatan dari orang lain, hahayy! Nah, setelah itu baru deh kita catat suhunya sampai stabil dan konstan. Untuk menetukan q reaksi bisa menggunakan rumus q reaksi = -(m.c.delta T+c. delta T). Ketemu deh hasilnya!
“Praktikumnya seru, saya bisa belajar kalau dalam reaksi itu ada banyak faktor-faktor yang memengaruhi dan di kalorimeter saya belajar bagaimana energi panas dihitung dan berpindah, terutama dalam reaksi endoterm dan eksoterm,” ucap Olivia Puspitasari kelas XI MIPA 3.
Meskipun capek banget harus lari-lari sambil membawa bahan praktikum, tapi praktikum kali ini menjadi salah satu praktiktikum paling berkesan lho!
Karena sudah selesai melakukan praktikum, maka saatnya mengumpulkan hasil laporan praktikum! Semakin cepat menyelesaikan laporan praktikum, maka bisa mendapat nilai yang lebih tinggi. Siapa yang gak mau dapet poin plus kan? Jadi gitu deh keseruan kelas XI MIPA dalam praktikum Kimia Bab Termokimia dan Laju Reaksi. Sampai jumpa di praktikum berikutnya! Dadaaa!
Jurnalis:
Cyrilla Levina K Kelas XI MIPA 3
Clarrence Nathania Hadi Kelas XI MIPA 3
Foto:
Cyrilla Levina K Kelas XI MIPA 3
Clarrence Nathania Hadi Kelas XI MIPA 3







