
Eh eh, siapa si yang bilang seni tari itu cuma soal indahnya gerak? Tau nggak kalian kalo di balik tiap hentakan kaki dan liukan tangan, ada cerita, keringat, dan kejutan yang belum bisa diceritakan!
Hai, SaintPaulerss!! Pernah dengar suara musik gamelan di sore hari? Kalau kamu lewat koridor Ruang Gamelan pasti deh kalian bakalan dengar irama yang bikin merinding tapi syahdu. Tenang aja, itu bukan backsound film horor tapi Tim Tari lagi latihan. Hehehe 😀
Yesss, Tim Tari SMA Katolik Santo Paulus Jember lagi gaspol untuk menyiapkan dua pertunjukan besar dalam waktu dekat ini. Mengisi acara SPEC (Saint Paul English Competition) dan satu lagi saat acara pembukaan pentas budaya Kapitel Jenderal Ordo Karmel di Malang.

“Biasanya anak-anak Santo membawakan Tari Gandrung atau tarian khas Banyuwangi. Tapi kali ini mereka tampil beda. Mereka sedang menggarap Tari Pendhet dari Bali,” kata Ibu Claudia Nindya Pramesthi, S.Pd., sang pembimbing tari sekaligus penjaga ritme semangat para penari. Beliau bukan cuma ngajarin gerak, tapi juga membakar semangat ala timnas!
Nahh, Tari Pendhet ini merupakan tarian penyambutan khas Pulau Dewata. Lembut tapi penuh makna. Gemulai tapi penuh fokus. Dan menariknya, ini kali pertama Tim Tari mencoba keluar dari “zona Gandrung”. Keputusan yang berani? Sudah pasti. Tapi kalau bukan sekarang, kapan lagi? Tentu saja, ruang gamelan menjadi saksi atas keberanian dan kesungguhan mereka dalam mengembangkan bakat.
Nah kira-kira bagaimana progress latihan dari tim tari kebanggaan kita?
“Menurut Bu Ninin, kualitas Tim Tari SMA Katolik Santo Paulus sudah cukup baik, dilihat dari antusiasme murid-murid untuk mengikuti latihan tari yang Bu Ninin adakan. Yaaa meskipun dalam perjalanannya, tentu menemukan banyak kendala. Di antaranya, sarana cermin yang kurang memadai karena keterbatasan ukurannya dan waktu latihan tari yang terbatas karena diadakan sepulang sekolah. Walau dengan keterbatasan yang ada, Puji Tuhan, walaupun lagi capek, murid-murid tetap mau berlatih tari dengan baik dan serius. Sehingga, sejauh ini latihan tari berjalan dengan baik dan lancar sesuai yang diharapkan,” ujar Bu Ninin.

Tuh guys! Meskipun dilanda rasa lelah dan berbagai tantangan, semangat mereka tak padam—terus berlatih dan berproses demi menjadi lebih baik di setiap sesi latihannya. Sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai sarung. Setiap latihan kecil yang mereka lakukan akan membentuk penampilan yang luar biasa!
Dan jangan salah… Tim Tari ini bukan sekadar kumpulan penari. Mereka adalah duta budaya sekolah – pembawa pesan bahwa keberagaman, dan perbedaan justru membuat panggung menjadi berwarna.
So, nantikan penampilan mereka ya, guys! Jangan sampai ketinggalan and see you on the next stage!
Jurnalis:
Josephine Patricia Zendrato Kelas XI.2
Patricia Lorenza Handoko Kelas XI.3
Foto:
Josephine Patricia Zendrato Kelas XI.2






