Belum Valentine tapi Bawa Bunga?

Guys, guys, kok udah ada yang bawa bunga ke sekolah sih?? Valentine belum, terus kira-kira mau ngapain sih??

Kembali lagi dengan artikel tentang praktikum-praktikum nih! Jangan bosan-bosan membaca artikel praktikum ya. Karena akan ada banyak hal baru yang menarik dan informatif di setiap praktikumnya. Di semester genap ini, kelas XI MIPA sudah mulai bereksperimen di dapur Kimia lho, alias laboratorium Kimia. Wah, kira-kira mau ngapain lagi nih ya? Terpantau bukan membawa zat-zat kimia, malah membawa bahan-bahan memasak dan bunga seperti kol ungu, kunyit, hingga bunga sepatu. Hmmm … Apakah masak-masak pakai zat kimia? Daripada makin penasaran, yuk kita join keseruan mereka!

Pada hari Rabu (05/02/2025) Kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 3 melakukan uji asam dan basa. Tak hanya 1 percobaan saja tapi mereka melakukan 3 percobaan sekaligus lhoo. Praktikum yang pertama adalah menunjukkan larutan asam, larutan basa, dan larutan netral. Pada percobaan ini, mereka dapat mengetahui sifat larutan dan pH larutan. Gimana tuh cara mengetahuinya? Nah, ternyata larutan yang diuji seperti air suling, air kapur, air gula, air sabun, larutan amonia, larutan garam, larutan NaOH, larutan cuka, larutan alkohol, dan larutan soda akan ditaruh di enam lubang plat tetes dan ditetesi dengan indikator asam basa yaitu MM, MO, PP dan juga BTB. Nantinya, akan bereaksi menghasilkan perubahan warna. Perubahan warna tersebut dapat menunjukan suatu larutan bersifat asam atau basa. Untuk pH, kami dapat melihatnya dari indikator universal.

Praktikum yang kedua adalah memperkirakan pH larutan dengan beberapa indikator. Hampir sama dengan percobaan yang pertama, pada percobaan kali ini para murid dapat mengetahui sifat larutan dan pH larutan dengan menggunakan indikator asam basa. Dengan tetap menggunakan plat tetes, para murid menguji larutan air ledeng, larutan A, B, dan C. Larutan tersebut harus ditetesi dengan indikator asam basa di antaranya MM, MO, PP, dan BTB. Melalui warna hasil reaksi, para murid bisa memperkirakan batas-batas pH larutan yang diuji.

Praktikum yang ketiga sekaligus terakhir adalah indikator alami. Berbeda dengan dua praktikum sebelumnya, kali ini para murid diminta untuk menggunakan indikator alami sebagai penguji. Apa aja sih indikator alami yang digunakan? Mulai dari bunga sepatu, bunga bougenville, bunga mawar, daun pandan suji, daun sirih, jeruk nipis, kunyit hingga kol ungu ternyata dapat digunakan sebagai indikator alami. Gimana sih caranya? Jadi, para murid akan menuangkan 6 tetes larutan NaOH 0,1 M, HCL 0,1 M, dan NaCl 0,1 M ke dalam plat tetes. Setelah itu, larutan yang ada akan ditetesi dengan indikator alami yang berbeda. Nah, di sini para murid bertugas untuk mencatat perubahan warna yang terjadi. Tapi, ternyata ada catatan khusus nih untuk percobaan yang ketiga. Para murid mengusahakan untuk membawa bunga dengan warna yang mencolok atau cerah agar dapat lebih sensitif dengan perubahan warna.

Wah, walaupun dengan waktu yang singkat, para murid harus mampu menyelesaikan tiga percobaan ini dengan bekerja sama sebagai kelompok. Pasti, bakal ada banyak tantangan dalam percobaan dong… Kira-kira apa aja tuh?

Menurut Olivia Puspitasari kelas XI MIPA 3, praktikum kali ini cukup menantang lho! “Menurut saya cukup menantang karena ada tiga praktikum yang dikerjakan dalam 2 jam pelajaran, sedangkan yang diuji ada banyak zat. Jadi, harus lari-lari di dalam laboratorium untuk mengambil larutan-larutan seperti NaOH, bahkan cairan indikator seperti MO, MM, PP, dan BTB. Jadi capek deh,” ucap Olivia.

Pantes aja, keluar dari laboratorium langsung banjir keringat. Tapi pastinya asyik dong bisa menguji banyak bahan-bahan makanan yang biasanya kita makan. Tidak pernah menyangka kan kalau bunga dan daun bisa menjadi indikator pH???

Jurnalis:
Clarrence Nathania Hadi Kelas XI MIPA 3/5/12248
Cyrilla Levina Kuswanto Kelas XI MIPA 3/06/12251
Graciel Thea Hariyono Kelas XI MIPA 1/12/12289

Foto:
Jennifer Evelyn Kelas XI MIPA 1/15/12295
Dayvin Hubert Senjaya Lianto Kelas XI MIPA 3/07/12256