Be a Buddy, Not a Bully!

Eyyow, SaintPaulers! Baru-baru ini, para murid kelas X mengikuti rangkaian kegiatan Proyek Penguatan Profil Pancasila (P5) yang mengangkat sebuah tema besar loh! Kegiatan ini sukses menjadi wadah nyata bagi pada murid kelas X buat mengekspresikan kepedulian mereka terhadap isu sosial yang selama ini dianggap sepele. Wah kira-kira apa aja yang mereka lakukan ya? Yuk, baca sampai habis!

Dalam rangka pembelajaran P5, setiap murid kelas X menggelar rangkaian kegiatan dengan tema ‘Anti-bullying’ yang dilaksanakan pada Senin (31/04/2025) hingga Kamis (24/04/2025), sesuai dengan jadwal pelajaran P5 pada masing-masing kelas. Kegiatan ini mencakup pembuatan poster kampanye, video iklan, podcast, debat, dan orasi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan sikap empati, keberanian dalam berpendapat, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi persoalan nyata di lingkungan sosial mereka.

Salah satu sesi yang paling menarik dari rangkaian kegiatan ini adalah sesi debat. Setiap kelompok murid membawa mosi yang berbeda untuk diperdebatkan. Salah satu mosi yang cukup memancing pemikiran kritis adalah “Apakah hukuman bagi pelaku bullying harus setara dengan hukuman pelaku kekerasan atau kejahatan lainnya?”

Kelompok pro berpendapat bahwa bullying, terutama yang menyebabkan trauma jangka panjang dapat berdampak seberat kejahatan fisik sehingga perlu diberikan hukuman yang setimpal untuk menimbulkan efek jera. Sementara itu, kelompok kontra menyampaikan bahwa meskipun bullying merupakan masalah serius, pendekatan edukatif dan rehabilitatif dianggap lebih tepat jika dibandingkan dengan pemberian hukuman berat yang menyerupai kriminalisasi.

Perdebatan berlangsung seru namun tetap santun. Dengan begitu, sangat mencerminkan kedewasaan berpikir dan kemampuan para murid dalam mempertahankan argumen yang didukung oleh data dan fakta. Tapi masa cuma itu sih? Jelas gak dong! Mari kita dengarkan manfaat serta pesan dari kawan kita yang satu ini!

“Aku jadi lebih tahu banyak tentang bullying sih, apalagi bahayanya. Ternyata, efeknya sebesar itu ya buat korban. Dan aku harap kalian gak jadi orang yang suka mem-bully orang ya guys. Kita gak tahu apa yang dialami korban di luar lingkungan sekolah, tapi kita malah menambah beban mereka. Aku harap kalian juga belajar kalau kata-kata dan sikap kita bisa jadi beban berat buat orang lain,” ujar Audryana Christy Wicaksono dari kelas X-1.

Tuh! Dengarkan, guys! Melalui poster kampanye, video iklan, podcast, debat, dan orasi ini, para murid kelas X gak cuma menunjukkan sikap kritis dan empati mereka nih! Mereka juga berani bersuara demi keadilan sosial. Kegiatan ini sukses membuktikan bahwa pelajar masa kini mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan nyata dan sekaligus membangun budaya anti-bullying yang lebih kuat di lingkungan sekolah.

Gimana-gimana? Kalian siap buat menjadi agen perubahan kayak mereka? Sampai jumpa di kegiatan seru berikutnya, ya!

Jurnalis:

Josephine Patricia Zendrato Kelas X-2

Patricia Lorenza Handoko Kelas X-5

Illustrator: Queenvie Faith Macailey X-2