
Di akhir penghujung bulan Agusutus 2025, SMA Katolik Santo Paulus Jember mendapat kehormatan dari SMPK Indra Prastha untuk mengisi acara akbar mereka. Siapa sangka acara Indra Prastha Festival (IPF) yang diadakan kemarin Sabtu (30/08/2025) dihangatkan oleh penampilan yang totally unexpected — Barongsai dari SMA Katolik Santo Paulus! Yay, sekolah kita berhasil membuat vibe IPF yang tadinya sudah luar biasa menjadi SEMAKIN LUAR BIASA.
Tema yang diangkat IPF tahun ini: Poco Loco — menggambarkan seorang anak kecil bernama Miguel yang terjun ke dalam alam roh yang mana Miguel dikejar oleh roh jahat. Ia lantas meminta pertolongan Barongsai untuk menakuti roh jahat tersebut agar terlindung.

Saat di sana Tim Barongsai SMAK Santo Paulus mendapatkan tantangan yang spesial dari pihak SMPK Indra Prastha. Mereka secara dadakan diminta untuk bermain drama yang sesuai dengan tema IPF tahun ini. Nah, di sinilah, peran barongsai SMAK sangat penting dalam menghidupkan jalan cerita tersebut.
“Gimana kalau kalian saya minta untuk bermain drama bersama Miguel. Nanti konsep dramanya begini, Miguel ditakut-takuti oleh roh jahat. Kemudian, Miguel meminta pertolongan Barongsai untuk melawan roh jahat tersebut,” ujar Bapak Hendro Wardoyo, S.Pd., selaku Guru Bahasa Inggris SMPK Indra Prastha.
Mendengar tantangan itu, tim Barongsai tentu saja langsung mengiyakan tanpa ragu-ragu. Wah hebat banget ya mereka! Tanpa persiapan, mereka langsung berani menerima tantangan yang nggak tanggung-tanggung. Tim Barongsai SMAK Santo Paulus memang patut diacungi jempol kan?? Setuju nggak? Pastinya setuju dong ya.

Bagaimana pendapat dari murid SMAK tentang acara kemarin? Kira-kira menyenangkan nggak ya?? Tentunya, anak barongsai yang bisa menjawab pertanyaan ini.
“Capek sih, tapi saya senang karena bisa berkumpul bersama teman-teman Tim Barongsai SMAK Santo Paulus Jember dan ikut serta dalam merayakan acara IPF ini. Semoga di tahun depan, Tim Barongsai dapat terus memeriahkan acara IPF. Bahkan, Tim Barongsai dapat semakin memperlebar sayap dalam acara-acara besar lainnya sehingga dapat membanggakan dan mengharumkan nama besar SMAK Santo Paulus Jember,” ujar Calvin Go, murid Kelas XII IPS 2.
Nggak cuma unjuk gigi, penampilan Barongsai SMAK Santo Paulus ini juga menjadi bukti bahwa budaya Tionghoa bisa diadaptasi dan dihargai oleh siapa saja – No matter what your background is. Anak Barongsai membawa pesan toleransi dan kebersamaan yang real, tanpa harus kehilangan ciri khasnya.
Jadi, buat yang kemarin belum nonton, tahun depan harus dateng ya, guys! Biar IPF yang tadinya rame jadi makin pecah! See you di next artikel harian guys.
Jurnalis:
Willsen Wijaya Kelas XII IPS 2
Michelle Kaylyn Nathania Kelas X-5
Foto:
Nathania Sophie Purwoadi X-5
Joshua Budi Hariyanto X-1






