Awareness Training Menuju ISO 21001:2018

Salah satu sifat pendidikan adalah dinamis. Pendidikan harus mampu untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh, kita tidak lagi bisa menilai bahwa gawai sebagai kebutuhan tersier seperti yang diajarkan para guru pada generasi 90-an. Kita juga tidak bisa memaksa seorang anak untuk bercita-cita menjadi dokter seperti yang banyak diidamkan oleh para orang tua zaman dulu. Satu contoh lagi, televisi sebagai salah satu sumber informasi juga sudah mulai kehilangan peminat karena kehadiran gawai yang super canggih. Dunia begitu cepat berubah dan manusia wajib untuk dapat beradaptasi dengan cepat agar tidak tergilas oleh perubahan.

Berdasarkan beberapa hal di atas, maka pendidikan sebagai media yang ikut berperan “membentuk” manusia perlu terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan. SMAK Katolik Santo Paulus Jember, sebagai salah satu sekolah swasta favorit di daerah tapal kuda terus mencoba untuk berbenah. Senin, 24 Agustus 2020 segenap guru dan karyawan mengikuti Awareness Training ISO yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB – 09.30 WIB. Kegiatan yang dibuka langsung oleh kepala SMAK Santo Paulus, Antonius Denny Cahyo S., S.S., M.Sc., M.Pd. ini memfokuskan pada pengenalan ISO 21001:2018 sebagai transformasi dari ISO 9001:2015. “Sekolah kita akan terus menjaga kualitas dan layanan yang maksimal, ISO menjadi salah satu cara untuk menjaga agar pelayanan tetap dan terus maksimal,” ungkap Rm. Antonius Denny Cahyo S., S.S., M.Sc., M.Pd. saat membuka acara di Gor sekolah.

Kegiatan yang lebih kepada pengenalan awal atau sosialisasi ini dipandu oleh salah seorang konsultan ISO yang sekaligus bertindak sebagai pemateri. Dengan menggunakan aplikasi google meet, kegiatan sosialisasi berjalan lancar dengan fokus pada pemberian gambaran mengenai peran ISO versi terbaru dalam bidang pendidikan. “Sebagai lembaga pendidikan kita perlu memikirkan cara memberikan kualitas pendidikan dan memenuhi harapan peserta didik dan penerima manfaat lainnya,” tegas Pak Teguh, sebagai pemateri saat memberikan pemahaman melalui daring. Hal ini senada dengan standar yang coba dijaga oleh ISO yakni memberikan panduan bagaimana memberikan kualitas dalam lingkungan pendidikan yang terus berubah. Pada akhir kegiatan sosialisasi, Pak Teguh juga berharap SMAK Santo Paulus melakukan persiapan untuk menggunakan standar terbaru tentang sistem manajemen organisasi pendidikan dalam hal ini ISO 21001: 2018. “Jika SMAK Santo Paulus segera bersiap dan menggunakan ISO 21001: 2018, maka bisa jadi menjadi yang pertama di Jawa Timur untuk tingkat SMA.

Penulis: Tim Jurnalistik SMAK Santo Paulus Jember