
“Well…well…well…we made it, nerds!” said Carlson, salah satu karakter film ‘Façade’
Wassup Movieholic!🎬
Masih inget ga nih sama the winner of Saint Paul Movie Festival di bulan Juni 2025 kemarin? That’s right! Film ‘Façade’ karya Wakanda Production dari kelas XI IPS 3 berhasil memenangkan hati para juri. Eitss…siapa sangka kalo ternyata penghargaan tidak berhenti sampai di sana lho.
Jumat (24/10/2025), film ini terpilih sebagai salah satu film yang ditayangkan dalam acara ‘Scene 1: Screening dan Diskusi Film Karya Pelajar’ yang diadakan oleh Layar Siswa Film Festival di Pujasera Kota Cinema Mall Jember. What an honor! Dari yang awalnya hanya mendapat apresiasi dari sekolah, sekarang juga mendapat kesempatan untuk diapresiasi dan didiskusikan bersama deretan karya film pendek pelajar lainnya.
Wait…sebelum lanjut, kita kenalan dulu yuk siapa sih ‘Layar Siswa’? Jadi, Layar Siswa merupakan suatu wadah yang dibuat oleh para penggiat film di Jember untuk membawa film pelajar dari layar kecil menuju ke layar lebar.
“Acara ini berawal dari keinginan beberapa penggiat film untuk memberikan wadah bagi film karya pelajar, baik dari tingkat SD, SMP, maupun SMA. Sebenarnya, acara ini merupakan bagian dari serangkaian acara menuju puncak festival yang nanti akan ditayangkan di bioskop pada 15 November 2025,” ucap kak Wiviano Rizky, selaku sosok yang mensupport acara ini. Nahh, sekarang, yukk kita move on ke rangkaian acara!!
Wow keren yaa, friends! Sekarang para pelajar udah punya privilege besar nih untuk bisa merasakan experience langsung di dunia perfilman layar lebar. Bentar deh, jadi penasaran nih, kira-kira apa sih sebenarnya yang membuat film Facade begitu spesial sehingga terpilih di antara film lainnya?
“Nahh, karena saya adalah juri SPMF 2025, menurut saya, Façade itu mempunyai kualitas baik serta kaya akan isu dan pesan yang mudah dicerna oleh kalangan pelajar – bullying. Kasus bullying itu banyak terjadi dan harus disuarakan terus, tidak bisa didiamkan saja,” jawab Kak Wiviano Rizky. Kira-kira, film Façade pantas gak ya untuk tayangkan di bioskop?
“Menurut saya, kalau suatu film dapat ditonton oleh masyarakat, maka film itu adalah film yang bagus. Saya juga mengapresiasi Façade, karena kalian berani membuat film meskipun film Façade awalnya adalah tugas kelas, tapi kalian mengerjakannya dengan sangat serius,” ujar Kak Bayu Pradana selaku Festival Director.
At the end of the day, film Façade ini mungkin masih belum sempurna. Namun, Façade bisa membawa dirinya ke layar lebar. Well done, panthers! Seperti yang Kak Bayu katakan, “Jangan takut untuk mencoba. Walaupun menurut kalian karya kalian itu adalah karya yang kecil, jangan takut untuk dipertontonkan kepada masyarakat dan jadikan karya itu sebagai bahan diskusi.”
So, tunggu apalagi? Yukk, berkarya seperti para panthers!
“We didn’t make a perfect film, but we made it ours”✨
Jurnalis:
Sherly Octavia Pangestu Kelas XII IPS 3
Angelique Priscilla Wijaya Kelas XII IPS 2






