
Another day, another praktikum! Kali ini giliran kelas XI yang melaksanakan praktikum Biologi. Siapa yang setuju kalau praktikum justru bikin suasana belajar jadi makin seru? Topiknya bukan main, yaitu mitosis menggunakan ujung akar bawang merah alias Allium cepa. Walaupun bahan yang dipakai sederhana dan gampang banget ditemukan, ternyata dari potongan kecil itu kita bisa melihat langsung “dunia kecil” ala sel yang sedang membelah. Praktikum ini nggak cuma memberi pengalaman hands-on, tapi juga membuat kita lebih gampang memahami konsep pembelahan sel.
Biar nggak kepo, mari simak keseruan praktikum yang satu ini. Mulai dari persiapan, pengamatan mikroskop, sampai memahami tahapan-tahapan mitosis yang terlihat di ujung akar bawang. Yuk, langsung kita intip keseruan mereka!

Pertama, murid memotong ujung akar bawang sekitar 0,5 cm. Kenapa harus bagian itu? Karena di situlah sel-sel sedang sibuk banget membelah diri. Setelah dipotong, akar bawang direndam dengan HCl supaya jaringan jadi lebih lunak dan gampang dipecah. Lalu, mereka meneteskan pewarna methylene blue agar inti sel terlihat jelas.
Nah, sebelum diamati di bawah mikroskop, potongan akar dilewatkan sebentar di atas pemanas beberapa kali. Tujuannya? Supaya pewarna cepat masuk, jaringan lebih transparan, dan tahapan mitosis bisa terlihat dengan detail.
Ternyata, bawang merah ini jadi “bintang baru” di laboratorium, lho! Biasanya sekolah kita lebih sering memakai Rhoeo discolor karena punya pigmen ungu alami yang bikin sel gampang terlihat. Jadi, bisa dibilang praktikum kali ini sangat special karena berhasil mengubah bahan dapur sederhana jadi sarana belajar yang menantang.

Praktikum ini juga bukan praktikum yang mudah lho, praktikum kali ini cukup tricky. “Kalau kamu beruntung, kamu bisa melihat fase-fase pembelahan mulai dari profase, metafase, anafase, hingga telofase,” jelas Ibu Dina Putu Ayu K., S.Pd. guru Biologi yang mendampingi.
Lalu, bagaimana rasanya ikut praktikum ini? Yuk, kita dengar langsung dari Edward Alvino Winoto, murid kelas XI-2. Ia bilang, “Praktikum ini unik banget karena baru pertama kali saya mencoba menggunakan akar bawang merah. Prosesnya memang lama, jadi saya harus sabar menunggu hasilnya. Tapi dari sini saya jadi lebih paham bagaimana pembelahan sel itu terjadi dan bisa mengenali tahapan-tahapannya dengan lebih jelas,” ungkap Edward.
Dari praktikum sederhana ini, kita bisa lihat sendiri kalau mitosis itu bukan sekadar teori di buku, tapi benar-benar nyata dan bisa diamati. Siapa sangka, potongan kecil ujung akar bawang merah bisa jadi jendela untuk kita melihat sel membelah diri agar organisme bisa tumbuh. Seru banget bukan? kalau ternyata hal-hal kecil yang sering kita temui sehari-hari bisa jadi bahan belajar yang menarik?
Praktikum ini enggak cuma nambah pengetahuan, tapi juga bikin kita sadar betapa menariknya proses-proses biologis yang terjadi di sekitar kita. Siapa tahu, dari pengalaman pengamatan sel bawang ini bisa jadi langkah awal untuk makin tertarik dengan dunia biologi. So, let’s keep exploring, karena belajar itu enggak pernah berhenti di satu praktikum saja!
Jurnalis:
Kaysa Clearesta Yukhi Kelas XI-2
Josephine Patricia Zendrato Kelas XI-2
Foto:
Vanessa Lianto XI-2
Felicia Evelyne XI-2
Queenvie Faith Macailey XI-1






