
Siapa nih yang di sini suka makan? Absen dong!! Kayaknya ga ada orang yang ga suka makan deh. Setiap dari kita pastinya punya makanan favoritnya masing-masing, mulai dari makanan Nusantara, Western, Chinese, Korea dan masih banyak lagi.
Tapi kalau soal masak gimana? Beberapa dari kita sering berpikir kalau masak itu ruwet, mending beli biar ga repot. Ngaku siapa yang sering kayak gitu? Padahal, kalau dipikir-pikir memasak itu seru banget lho! Mengapa? Karena kita bisa belajar untuk membuat sesuatu dari nol, menikmati proses dan mencoba ide-ide baru yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bersyukur sekali karena SMA Katolik Santo Paulus Jember ternyata juga menyajikan mata pelajaran yang sangat diperlukan untuk masa depan ~ yaitu Tata Boga.

Nah, khususnya para murid kelas XII berkesempatan untuk mencicipi mata pelajaran tersebut lewat pelajaran PKWU. Pada minggu kedua di bulan Agustus kemarin, para murid secara berkelompok ditugaskan untuk membuat jajanan tradisional khas Nusantara. Mulai dari jajanan manis yang bikin hepi seperti putu, klepon, kolak, nagasari, dan kue lumpur, sampai makanan gurih yang bikin nagih seperti risoles, lumpia, pastel, dan lemper.
Selalu akan ada pertama kali untuk semua kegiatan, dan setiap awal pasti ada tantangan. Begitu juga yang dialami para murid kelas XII, pasti ada kesusahan dan kegagalan yang dijumpai. Seperti yang dialami oleh salah satu murid bernama Madeliene Isabelletan dari kelas XII MIPA 1. Dirinya membagikan pengalaman pertamanya dalam memasak jajanan tradisional berupa kue lumpur.
“Kalau masaknya sih tidak terlalu susah. Mungkin sulit pada bagian mengangkatnya saja. Tapi berkat kerja sama dan komunikasi yang baik serta karena kelompok saya sudah mempersiapkannya dari awal, kesulitan tersebut dapat dihadapi. Hasilnya, masakan saya dapat terbilang berhasil,” tukasnya.
Tak hanya Madeliene, pengalaman menarik juga datang dari kelompok lain. Beberapa murid sempat mengalami kendala ketika adonan tidak mengembang sesuai harapan atau saat membungkus jajanan yang ternyata membutuhkan ketelatenan ekstra. Meski begitu, justru dari kesalahan-kesalahan kecil itu lah para murid belajar untuk lebih sabar, teliti, dan tidak mudah menyerah.

Nah, itu sebabnya pembelajaran ini menjadi sangat bernilai, Sobat! Dari kegiatan ini, para murid XII tidak hanya belajar tentang memasak makanan yang enak, tetapi juga melatih kerja sama tim, tanggung jawab, serta menghargai warisan kuliner Nusantara.
Setelah belajar memasak, apakah kalian mau mencobanya juga di rumah? Hmm, berhasil atau gagal yaa? Selamat bereksperimen guys!!
Makan roti, rasa srikaya,
sambil duduk ditemani angsa.
Indonesia negeri yang kaya,
Sabang hingga Merauke kaya rasa.
Jurnalis:
Cyrilla Levina Kuswanto Kelas XII MIPA 2
Jennifer Evelyn Kelas XII MIPA 2
Graciel Thea Hariyono Kelas XII MIPA 4
Charlie Monica Liadi Kelas XII MIPA.3
Foto:
Dayvin Hubert Senjaya Lianto Kelas XII MIPA 2
Christophorus Raditya Herliano Kelas XII MIPA 1
Lim Melina Alinsky Kelas XII MIPA 2






