
Halo SaintPaulers!
Memasuki bulan Agustus sangat identik dengan berbagai perayaan HUT ke-80 negeri tercinta, Republik Indonesia. Berbagai perayaan digelar hampir di penjuru tanah air, tak terkecuali di SMAK Santo Paulus Jember. Sudah sepatutnya perayaan hari kemerdekaan dirayakan dengan semeriah mungkin dong. Tak heran jika banyak murid SMAK Santo Paulus menantikan kegiatan ini. Bagaimana tidak, SMA Katolik Santo Paulus Jember memiliki tradisi untuk merayakan kemerdekaan Indonesia dengan berbagai lomba yang seru, asyik, dan menantang.
Mungkin ada yang beranggapan jika jenis lomba 17-an hanya itu-itu saja. Eitss…jangan salah, lomba tahun ini beneran lebih seru, asyik, dan menantang dari biasanya. Tarik tambang tetap ada sebagai perlombaan yang seru dan menantang bagi para murid SMAK Santo Paulus. Bukan hanya soal adu kekuatan, tapi lomba ini memberikan pesan bahwa kita harus bisa bekerja sama dalam mencapai tujuan. Tarik tambang juga mengingatkan kita pada perjuangan dan kerja sama pahlawan untuk melawan penjajah.

Sabtu, 16 Agustus 2025, tepat satu hari sebelum HUT ke-80 RI, OSIS SMA Katolik Santo Paulus Jember mengadakan lomba dengan tema “Pesta Rakyat”. Sebelum perlombaan dimulai, para murid dikumpulkan terlebih dahulu di GOR untuk mempersiapkan diri mengikuti berbagai perlombaan. Tentu saja, lomba-lomba berlangsung dengan meriah banget! Sebanyak 21 kelas berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Antusias para murid juga tergambar dari tawa para murid, teriakan, dan berbagai pernak-pernik untuk memeriahkan kegiatan.
Berbagai Keseruan Lomba
Perlombaan seperti tiup gelas, makan kerupuk, balap karung, dan tarik tambang disiapkan dengan baik oleh teman-teman OSIS SMAK Santo Paulus. Tidak seperti yang biasa kita lihat, lomba makan kerupuk kali ini ditentukan tinggi dari tali kerupuk dapat digerakkan menggunakan kaki pemain sehingga pemain harus dapat menyeimbangkan tubuh dan fokus memakan kerupuk! Nah, untuk yang lomba balap karung, para pemain tidak boleh berdiri kemudian melompat. Namun, mereka harus berjongkok dan melompat serta menggunakan helm. Tidak cukup sampai di situ, di babak kedua atau babak semifinal, para pemain dihadapkan pada arena yang dilapisi sabun sehingga arena lebih licin dan lebih susah untuk dilewati! Bener-bener terobosan baru ya.

Saat lomba tarik tambang, para murid benar-benar terbius oleh keseruan dalam perlombaan. “Jujur, aku pede banget saat lomba tarik tambang karena teman kelasku tinggi-tinggi dan gede-gede. Tapi aku kaget karena kelasku kalah. Kami kalah kuat dengan kelas lain. Walaupun begitu, aku tetap bahagia karena bisa bermain bersama teman-teman sekelas,“ Ucap Derica Shannon Wijaya dari kelas XI-7.
Lomba tarik tambang tidak hanya menguji kekuatan fisik tetapi juga harus didukung oleh seberapa kompak kita dapat bekerja sama dengan teman kita. Percuma kalau teman kelas kita gede, tetapi tidak bisa bekerja sama dengan yang lain saat bermain. Sebab di dalam permainan ini, semua pemain harus berkontribusi untuk menjaga keseimbangan dan kekuatannya. Lomba 17-an ini tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi mengajarkan kita bahwa kekompakan dan kerja sama adalah kunci dalam kemenangan.

Seru banget bukan aktivitas para murid di SMA Katolik Santo Paulus Jember dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia? Seperti pepatah mengatakan, “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah”, yang berarti kebersamaan dan kerukunan membawa kebaikan, namun pertengkaran membawa keburukan. Dari sini, kita belajar untuk bertanding dengan sportif dan tetap rukun antarteman meskipun saling mencari kemenangan.
Jurnalis:
Sherly Octavia Pangestu Kelas XII IPS 3
Angelique Priscilla Wijaya Kelas XII IPS 2
Megan Ivy Antony Kelas XI3
Graciel Thea Hariyono Kelas XII MIPA 4
Foto:
Samuel Kristian Siahaan Kelas XII IPA 4
Nathania Sophie Purwoadi X5






