Beragam Karakter, Satu Kebersamaan!

Hey SaintPaulerss!

Pernah nggak sih, kalian ngebayangin sebuah kelas yang isinya murid-murid dengan karakter berbeda-beda, tapi justru perbedaan itulah yang bikin semuanya jadi seru dan berkesan? Nah, itu dia cerita dari salah satu kelas di SMA Katolik Santo Paulus Jember, siapa lagi kalo bukan Tsum-tsum a.k.a kelas sepuluh satu yang terdiri atas 30 murid.

Kalau didengar sekilas, mungkin nama Tsum-tsum hanya terdengar sebagai salah satu film Disney. Namun, bagi murid kelas sepuluh satu, nama Tsum-tsum memiliki makna yang sangat mendalam. Murid kelas sepuluh satu sendiri mendefinisikan Tsum-Tsum sebagai singkatan dari PerserikaTan Sepuluh satU phenoMenal. Nama ini bukan cuma sekadar identitas, tapi juga cerminan dari siapa mereka, yakni sekumpulan murid yang berbeda, tetapi tetap satu. Seperti karakter Tsum-Tsum yang beragam, mereka memiliki kepribadian yang unik, namun tetap saling melengkapi dan bersatu.

Salah satu momen yang paling berkesan dari Tsum-Tsum ketika wali kelas mereka, yakni Ibu Dina Putu Ayu K., S.Pd. yang merupakan guru Biologi bertambah usia. Bagi mereka, Ibu Dina bukan hanya guru yang mengajarkan pelajaran, tetapi juga sosok yang peduli dan selalu mengingatkan muridnya untuk menjaga lingkungan. Pada (14/10/24), tepat ketika Bu Dina berulang tahun, tanpa sepengetahuannya,  murid kelas sepuluh satu sepakat untuk merencanakan kejutan kecil, namun berkesan.

Tepat pada tanggal 14 Oktober, hari istimewa bagi Ibu Dina, kelas Tsum-Tsum bergerak diam-diam. Setelah memastikan Bu Dina tiba di kelas, kejutan itu pun pecah. Alat-alat berkebun yang kelas Tsum Tsum siapkan untuk menjadi hadiah untuk Ibu Dina diberikan dengan penuh semangat serta sebuah kue tar sederhana namun manis dipersembahkan sebagai ungkapan kasih dan terima kasih. Senyum bahagia terpancar dari wajah Bu Dina, menciptakan suasana haru dan suka cita di ruang kelas. Momen itu bukan hanya sekadar perayaan ulang tahun, tetapi juga pengingat akan kebersamaan dan perhatian tulus yang terjalin erat antara guru dan murid di kelas sepuluh satu.

Momen yang yang tak kalah seru adalah event clasmeet. Semangat kebersamaan Tsum-Tsum juga terlihat membara saat mengikuti Classmeet pada bulan Desember lalu. Meskipun belum berhasil meraih kemenangan dalam setiap pertandingan, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme mereka. Justru, kata-kata penyemangat dari Ibu Dina selalu teringat di benak, “Tidak apa-apa jika tidak menang, menang tidak harus tetapi perjuangan itu harus.” Kalimat bijak ini menjadi motivasi bagi Tsum-Tsum untuk selalu memberikan yang terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap kompetisi dan menjadikan partisipasi mereka dalam Classmeet sebagai pengalaman berharga yang mempererat tali persaudaraan.

Sebagai penutup, kelas Tsum-Tsum, Perserikatan Sepuluh satu phenomenal, telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan. Kenangan akan tawa, belajar bersama, dan kejutan manis untuk Ibu Dina akan selalu menjadi bagian tak terlupakan dari perjalanan mereka di SMA Katolik Santo Paulus Jember. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang telah mereka rajut, diharapkan akan terus tumbuh dan mewarnai setiap langkah mereka di masa depan. Yakin nih ga masuk Santo Paulus? Rugi dong

Jurnalis:

Violita Cahyadi Kelas X-1

Cheryl Irene Wijaya kelas X-1

Foto:

Dokumentasi Kelas