Perjalanan Singkat Mengenal Alam Sekitar

Hey hey SaintPaulers! Nah hari ini ada gebrakan baru nih dari kelas X. Yap, sesuai judulnya, mereka melakukan perjalanan singkat ke Universitas Jember (UNEJ). Tentunya, perjalanan ini merupakan bagian dari pembelajaran klasifikasi makhluk hidup. Setelah mempelajari kingdom monera, kini mereka diajak mengamati keindahan kingdom plantae secara langsung. Wow kira-kira apa aja yang mereka temukan ya? Yuk, teliti lebih lanjut!

Kegiatan ini dilaksanakan oleh murid kelas X mulai dari Senin (10/03/2025) hingga Jumat (14/03/2025) secara bergantian, sesuai dengan jam pelajaran Biologi tiap kelas. Nah, sekarang, ayo kita intip sedikit bagaimana murid kelas X mendapatkan ilmu baru! Perjalanan mereka dimulai pada perhentian pertama, yaitu pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Di sini mereka mendapat penjelasan mengenai cara membuat pupuk dari sampah organik nih! Menarik, kan?

Lalu, mereka lanjut buat melihat metode penanaman sayur. Mereka dikenalkan pada dua metode guys, yakni metode penanaman hidroponik dan metode konvensional. Setelah mengamati sayuran, mereka disuguhi pemandangan yang bikin adem di mata nih. “Emang mereka lihat apa sih?” Jadi, para murid kelas X diperlihatkan koleksi bunga anggrek milik UNEJ! Mereka juga dijelaskan tentang jenis anggrek hingga bagaimana sihcara menanam anggrek yang benar.

Wihh, ga kerasa ya, kita sudah sampai ke perhentian terakhir, yaitu menanam! Jadi, murid kelas X diberi oleh-oleh nih dari UNEJ, yakni tanaman! Wah, anti mainstream ya oleh-olehnya. Di sini mereka diberikan satu kantong buat diisi oleh tanah. Setelah kantong tersebut diisi, mereka diberi bibit tanaman gengs. Tanaman ini akan diletakkan pada lantai tiga sekolah loh! Hmm, bentar lagi ramai nih di lantai tiga.

Tidak hanya belajar menanam dan merawat tanaman, para murid juga mempelajari cara mengolah sampah agar bisa dimanfaatkan kembali untuk pertanian. Mereka khususnya belajar mengolah sampah organik menjadi kompos dengan cara yang cukup sederhana.

Pertama, sampah dipilah antara organik dan anorganik. Setelah itu, sampah organik dicacah dengan menggunakan mesin agar ukurannya lebih kecil, sehingga bakteri lebih mudah menguraikannya. Selanjutnya, sampah yang telah dicacah melalui proses fermentasi, di mana daun dan bakteri ditumpuk hingga mencapai dua lapisan. Proses ini kemudian didiamkan selama tiga bulan. Setelah masa fermentasi selesai, kompos yang terbentuk dikeluarkan dan dikeringkan agar kadar airnya berkurang. Terakhir, dilakukan proses pengayaan dan pengemasan sebelum kompos siap digunakan.

Menariknya, sistem pengolahan ini sudah diterapkan oleh para murid SMA Katolik Santo Paulus Jember di lantai tiga! Di sana, mereka mengelola kompos dengan metode lazy kompos serta menggunakan maggot untuk mengolah sampah organik dengan lebih efektif.

Wah, seru banget ya perjalanan Biologi kali ini! Dari mulai mengenal berbagai jenis tanaman hingga belajar mengolah sampah organik menjadi kompos. Pengalaman ini pasti jadi ilmu berharga buat para murid kelas X. Selain menambah wawasan tentang klasifikasi makhluk hidup, mereka juga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan praktik langsung yang bermanfaat.

Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi kita semua untuk lebih mencintai alam dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Nah, buat SaintPaulers lainnya, siap nggak buat eksplorasi seru berikutnya? Stay curious and keep exploring!

Jurnalis:

Patricia Lorenza Handoko Kelas X-5

Aurentzia Veayviane Kelas X-3

Josephine Patricia Zendrato Kelas X-2

Foto:

Joycelyn Clarissa Hanjoyo Kelas X-3

Queenvie Faith Macailey Kelas X-2