
Hanni Newjeans cantik menggelitik,
Berita terbaru datang dari tim jurnalistik.
Dan, yap! Kembali lagi dengan kegiatan menarik dari kakak-kakak kelas XII. Ada apa di hari Senin (20/01/2024) kemarin? Di saat adek-adek melakukan sosialisasi di GOR, senior-senior ini malah asyik naik ELF. Tapii guys, kegiatan kali ini hanya diikuti oleh para kakak kelas XII Jurusan MIPA. Soo, tenang saja dan jangan iri yaa, xixixi.
Yuk kita kembali lagi ke topik “kegiatan menarik yang satu ini”. Di pikiran kalian kira-kira kakak-kakak kelas XII MIPA ngapain ya kok sampai naik ELF segala? Mau jalan-jalan? Mau bolos? Ehh, bukann. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Sekolah Luar Biasa (SLB) di Patrang, Jember. Kunjungan ke SLB menjadi kunjungan pertama angkatan kelas XII tahun ini, lho! Para anggota kelas XII MIPA 1 dan 2 membuka lembaran cerita baru dengan kegiatan menarik di SLB. Tak lama lagi, giliran kelas XII MIPA 3 dan 4 yang akan menyusul.

Sebelum masuk ke sesi cerita kegiatan di sana, ada yang tau ga nih kenapa kakak-kakak kelas XII pergi ke SLB? Jadi guys, salah satu materi Biologi kelas XII di semester dua ini mengenai “Mutasi”. Lalu, apa hubungan antara “Mutasi” dengan SLB? Tentu saja, berkaitan dengan pemahaman para murid kelas XII MIPA tentang kondisi dan kebutuhan khusus yang dimiliki oleh individu dengan berbagai jenis kelainan genetik atau mutasi.
Melalui kunjungan ini, para murid diharapkan dapat belajar bagaimana mutasi genetik dapat mempengaruhi perkembangan fisik atau kemampuan seseorang. Selain itu, mereka juga diajak untuk mengetahui bagaimana saudara-saudari mereka bisa hidup dan berinteraksi dalam masyarakat, meskipun memiliki keterbatasan.
“Melalui kunjungan ini anak-anak diharapkan mampu untuk menerapkan ilmu Biologi dalam realita kehidupan di luar sekolah,” ujar Ibu Dina Putu Ayu K., S.Pd.

Sudah siapkah kalian menyimak cerita dari kami? Yuk, gaskeunnn!
Perjalanan menuju lokasi hanya memakan waktu 10 menit. Nah, di sanalah cerita menarik ini dimulai. Pertama-tama, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan tentu saja tidak bisa memilih kelas mana yang akan kami tempati yaa. Kami bisa aja masuk ke kelas tunarungu, tunanetra, tunawicara, disabilitas intelektual, hiperaktivitas, atau mungkin golongan down syndrome. Nah, bagaimana cerita mereka selama kegiatan di sana?? Asikk asikk!
“Jadi di sana aku masuk ke kelas yang isinya anak 7, 8, dan 9 orang. Di situ mereka belajar menulis dan mewarnai. Mereka terlihat bersemangat untuk belajar dan bersekolah, meski kerap kali kesusahan, ada guru yang bersedia membantu mereka. Saat istirahat, aku berkenalan dengan adik-adik yang bisu, aku jadi belajar dan mempraktikkan beberapa bahasa isyarat. Seruu!!” ujar Miracle Mareta. Wahh.. ternyata teman-teman perlu mempelajari bahasa isyarat nih untuk berbicara dengan murid-murid di sana.
Dari kegiatan ini, ternyata banyak cerita yang lucu sekaligus menyentuh hati yah teman-teman. Nah, ada pengalaman seru lainnya nih dari teman kita.

“Kegiatan ini merupakan sebuah pengalaman baru untuk Samyang dan Thor. Kami belajar banyak hal penting dari sini, mulai dari bersyukur, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan mereka yang berkebutuhan khusus. Saya sendiri bermain dengan beberapa tuna daksa. Kami bermain puzzle, dakon, dan bola. Saat kami akan pulang, terjadi momen lucu, seorang siswa yang mengikuti kami dan berlari ke bis kami. Sungguh memori yang indah dan susah terulang kembali,” ucap Gabriela Sharon Gunawan.

Nah, melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar teori tentang mutasi dan genetika di kelas, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga karena berkesempatan untuk terjun lapangan secara langsung. Semoga pengalaman ini dapat membawa manfaat bagi kami di masa depan, dan membuka hati untuk lebih menghargai setiap individu, tanpa terkecuali.
Sampai jumpa di artikel yang berikutnya!! Terima kasih telah membaca artikel kami ❤️❤️
Jurnalis:
Hildegardis Raras Kelas XII MIPA 1
Asher Yedijah Kelas XII MIPA 1
Foto:
Hildegardis Raras Kelas XII MIPA 1
Asher Yedijah Kelas XII MIPA 1







